Categories: Bekasi

TPA Burangkeng Akan Diperluas, Warga Minta Harga Tinggi

Pojokbekasi.com – Rencana perluasan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Burangkeng masih bergulir hingga kini. Bappeda berencana memperluas TPA ini 25 hektare.

Besaran perluasan itu berbeda dengan rencana awal, yakni 40 hektare. Pemkab Bekasi kini tinggal menunggu revisi Perda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) agar perluasan dapat terlaksana.

Di kalangan warga, desas-desus perluasan lahan TPA telah beredar. Menurut sumber pojokbekasi.com, kini Pemkab Bekasi mulai menerjunkan tim untuk pembebasan lahan.

“Iya ane juga langsung disuruh sama orang dinas suruh bantu-bantu buat pembebasannya,” kata salah satu warga Burangkeng yang enggan disebutkan namanya.

Namun sayangnya, ia tak menyebut dinas mana yang menghubungi dirinya. Lebih jauh, ia menjelaskan ada seorang anggota dewan yang turut memfasilitas hubungan via telepon dengan pihak dinas

Pojokbekasi.com pun coba menyambangi wilayah Kampung Jati yang tepat di belakang TPA Burangkeng. Rencananya perluasan akan cenderung berada di wilayah Kampung Jati.

“Baru kabar, belum ada tindak lanjut. Rencana tahun 2020, memang wilayah sini yang lahan warga sisaan tol (untuk bakal perluasan TPA, Ed,” kata Ketua RT 001 RW 03, Madi, Selasa (19/11/2019).

Baca juga: Perluasan TPA Burangkeng menurut keterangan Bappeda

Ia mengatakan warga belum tentu akan menerima lahannya dibebaskan untuk TPAS.

“Kalau masalah warga, asal harga cocok ya dijual aja. Berani ga Pemda beli seperti lahan yang terkena pembebasan tol?” paparnya.

Harga tanah yang dibeli pemerintah untuk pembebasan Jalan Tol Cimanggis-Cibitung mencapai Rp1,8 juta per meter. Ganti rugi mencakup tanah, bangunan, dan tanaman yang ada di tanah itu. Sementara, menurut desas-desus, untuk perluasan TPA, warga hanya ditawari Rp500 ribu per meter.

Madi mengatakan lahan warga yang terkena dampak pembebasan lahan tol, diharga cukup tinggi mencapai dua juta permeter.

“Gak mungkin Pemda berani. Soalnya kan yang terkena gusuran ini harus membeli tanah lagi yang cukup mahal,” tuturnya.

(Andi Saddam)
Editor @andisaddam

Share
Published by
Editor @andisaddam
Tags: Cikarangpenolakan pembangunan TPASTPAS Burangkeng

Recent Posts

  • Bandung

Ridwan Kamil Akan Bentuk Badan Khusus Sungai Citarum

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil akan membentuk badan khusus Sungai Citarum dan Kawasan Bandung Utara (KBU) awal tahun 2020 ini

8 Desember 2019 11:38 WIB 11:38
  • Bogor

Sudah 28 Ekor Ular Kobra Diamankan di Susukan Bojonggede

28 ekor anak kobra diamankan warga dan petugas dari RT 02/06, Desa Susukan, Bojonggede, Bogor. 2 ekor ditangkap di musholla…

8 Desember 2019 10:16 WIB 10:16
  • Pantura

Pamit dari Persika, Gabryel Siap Akuisisi Klub Baru di Karawang

Setelah resmi mengundurkan diri sebagai CEO Persika Karawang, Gabryel Alexander berencana me-launching klub baru berkandang di Kabupaten Karawang.

8 Desember 2019 10:01 WIB 10:01
  • Bogor

Ular Kobra Berkeliaran di Perumahan di Susukan, Satu Ditangkap di Musholla

Ular kobra berkeliaran di perumahan di RT 02/06, Desa Susukan, Bojonggede, Kabupaten Bogor. 1 ekor anak ular kobra ditangkap di…

8 Desember 2019 09:34 WIB 09:34
  • Bandung

Mantan Istri Sule Jatuh Sakit, 4 Anak Sule Pulang Kampung ke Bandung

Mantan istri Sule, Lina, dikabarkan tengah jatuh sakit. Anak- anak Sule pun pulang kampung ke Bandung menjenguk ibu mereka, termasuk…

8 Desember 2019 08:03 WIB 08:03
  • Cirebon

Pengunjung Mall Kaget Banyak Prajurit TNI AL dan Kendaraan Tempur di Kawasan GCM

Pengunjung Grage Mall City (GCM) kaget melihat alat utama sistem persenjataan (Alutsista) milik TNI AL, berada diarea parkir hingga dalam…

8 Desember 2019 07:43 WIB 07:43