Categories: Bekasi

Bupati Bekasi Ditangkap KPK, Perolehan Suara Jokowi-Ma’aruf Bisa Berkurang Segini

POJOKJABAR.com, BEKASI – Penangkapan Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin oleh KPK diakui berdampak pada tim kampanye daerah Koalisi Indonesia Kerja Kabupaten Bekasi.

Karena dalam struktur tim kampanye, Neneng menjabat sebagai dewan pengarah.

“Ibu Bupati Bekasi ada di dewan pengarah Tim Koalisi Indonesia Kerja. Kalau bicara dampak, tentu ada dampak,” kata Bendahara Tim Koalisi Indonesia Kerja Kabupaten Bekasi, Nyumarno.

Dampak sederhananya, kata Nyumarno, yakni adanya ketersinggungan di grup percakapan WhatsApp tim koalisi.

“Tapi kami segera menetralisir dan fokus pada kerja tim koalisi. Kami juga memohon maaf kepada masyarakat Kabupaten Bekasi, bahwa musibah ini bukan musibah tim koalisi. Tapi merupakan warning bagi kami dan pemerintah daerah,” katanya.

Namun begitu, Nyumarno memastikan persoalan yang menimpa dewan pengarah tim kampanye daerah Koalisi Indonesia Kerja tersebut tidak berpengaruh pada kinerja tim.

“Tidak akan berpengaruh untuk memenangkan pasangan Jokowi-Ma’aruf di Pilpres 2019. Kita akan memenuhi target 60 persen suara di Kabupaten Bekasi,” katanya.

Dampak dari penangkapan Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin, lanjut Nyumarno, juga akan terjadi perubahan struktur di tim kampanye daerah Koalisi Indonesia Kerja.

“Tanpa ada kejadian ini juga sebenarnya kita akan ada perubahan struktur. Intinya kepada penyempurnaan struktur tim. Sudah diinstruksikan juga dari Jakarta untuk dewan pengarah sudah diberhentikan dan nanti akan diusulkan dari teman-teman koalisi,” katanya.

Disinggung soal adanya dampak bagi perolehan suara Pilpres 2019 di Kabupaten Bekasi, Nyumarno mengakuinya.

“Target kita di kota/kabupaten itu 60 persen suara. Tapi dengan adanya kejadian ini mungkin dampaknya sekitar 2 persen,” katanya.

Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin ditetapkan sebagai tersangka bersama tiga kepala dinas. Yakni Kepala Dinas PUPR Jamaludin, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Sahat MBJ Nahor dan Kepala Dinas PMPTSP Dewi Tisnawati.

Sedangkan pejabat lainnya yang juga menjadi tersangka yaitu Kepala Bidang Penerbitan dan Bangunan pada Dinas PMPTSP Sukmawatty, Kepala Bidang Tata Ruang pada Dinas PUPR Kabupaten Bekasi Neneng Rahmi, Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Asep Buchori dan staf Dinas PMPTSP Kasimin.

Satu orang lainnya yang juga menjadi tersangka dalam kasus ini yakni mantan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi Daryanto.

Sementara dari pihak swasta yang ditetapkan tersangka yakni, Konsultan Lippo Grup Taryudi, pegawai Lippo Grup Fitra Djaja Purnama dan Henry Jasmen, serta Direktur Operasional Lippo Grup Billy Sindoro.

Pada kasus ini, Neneng diduga menerima uang dari pihak Meikarta sebesar Rp7 miliar, dari komitmen fee sebesar Rp13 miliar. Pemberian uang dilakukan pada April, Mei dan Juni 2018.

(enr/pojokjabar)

POJOKJABAR.com, BEKASI – Penangkapan Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin oleh KPK diakui berdampak pada tim kampanye daerah Koalisi Indonesia Kerja Kabupaten Bekasi.

Karena dalam struktur tim kampanye, Neneng menjabat sebagai dewan pengarah.

“Ibu Bupati Bekasi ada di dewan pengarah Tim Koalisi Indonesia Kerja. Kalau bicara dampak, tentu ada dampak,” kata Bendahara Tim Koalisi Indonesia Kerja Kabupaten Bekasi, Nyumarno.

Dampak sederhananya, kata Nyumarno, yakni adanya ketersinggungan di grup percakapan WhatsApp tim koalisi.

“Tapi kami segera menetralisir dan fokus pada kerja tim koalisi. Kami juga memohon maaf kepada masyarakat Kabupaten Bekasi, bahwa musibah ini bukan musibah tim koalisi. Tapi merupakan warning bagi kami dan pemerintah daerah,” katanya.

Namun begitu, Nyumarno memastikan persoalan yang menimpa dewan pengarah tim kampanye daerah Koalisi Indonesia Kerja tersebut tidak berpengaruh pada kinerja tim.

“Tidak akan berpengaruh untuk memenangkan pasangan Jokowi-Ma’aruf di Pilpres 2019. Kita akan memenuhi target 60 persen suara di Kabupaten Bekasi,” katanya.

Dampak dari penangkapan Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin, lanjut Nyumarno, juga akan terjadi perubahan struktur di tim kampanye daerah Koalisi Indonesia Kerja.

“Tanpa ada kejadian ini juga sebenarnya kita akan ada perubahan struktur. Intinya kepada penyempurnaan struktur tim. Sudah diinstruksikan juga dari Jakarta untuk dewan pengarah sudah diberhentikan dan nanti akan diusulkan dari teman-teman koalisi,” katanya.

Disinggung soal adanya dampak bagi perolehan suara Pilpres 2019 di Kabupaten Bekasi, Nyumarno mengakuinya.

“Target kita di kota/kabupaten itu 60 persen suara. Tapi dengan adanya kejadian ini mungkin dampaknya sekitar 2 persen,” katanya.

Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin ditetapkan sebagai tersangka bersama tiga kepala dinas. Yakni Kepala Dinas PUPR Jamaludin, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Sahat MBJ Nahor dan Kepala Dinas PMPTSP Dewi Tisnawati.

Sedangkan pejabat lainnya yang juga menjadi tersangka yaitu Kepala Bidang Penerbitan dan Bangunan pada Dinas PMPTSP Sukmawatty, Kepala Bidang Tata Ruang pada Dinas PUPR Kabupaten Bekasi Neneng Rahmi, Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Asep Buchori dan staf Dinas PMPTSP Kasimin.

Satu orang lainnya yang juga menjadi tersangka dalam kasus ini yakni mantan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi Daryanto.

Sementara dari pihak swasta yang ditetapkan tersangka yakni, Konsultan Lippo Grup Taryudi, pegawai Lippo Grup Fitra Djaja Purnama dan Henry Jasmen, serta Direktur Operasional Lippo Grup Billy Sindoro.

Pada kasus ini, Neneng diduga menerima uang dari pihak Meikarta sebesar Rp7 miliar, dari komitmen fee sebesar Rp13 miliar. Pemberian uang dilakukan pada April, Mei dan Juni 2018.

(enr/pojokjabar)

Riko

Share
Published by
Riko
Tags: Bupati Bekasi Tersangka KPKCikarangPilpres 2019Tipikor

Recent Posts

  • Bogor

Tunaikan Komitmen, KONI Kota Bogor Berikan Insus bagi 260 Atlet

KONI Kota Bogor dibawah komando Benninu Argoebie terus menunjukan komitmennya terhadap kemajuan prestasi dan kesejahteraan insan olahraga Kota Hujan.

21 November 2019 13:53 WIB 13:53
  • Bogor

10 Ribu Pelaku UMKM Dilatih Go Modern Hingga Go Global

Sebanyak 100 pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dari Cibinong, Depok, Bekasi, Cikarang, Karawang dan Cikampek, mendapat pelatihan dari…

21 November 2019 13:38 WIB 13:38
  • Sukabumi

Dijerat Pasal Berlapis, Ibu Inses Terancam Hukuman Mati

Terdakwa Yuyu (39), ibu inses pembunuh anak tiri asal Lembursitu terancam hukuman mati. Yuyu, didakwa pasal berlapis oleh Jaksa Penuntut…

21 November 2019 13:11 WIB 13:11
  • Depok

Dinkes: Kasus Hepatitis A di SMPN 20 Depok KLB Parsial

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok menyatakan kasus penyebaran virus Hepatitis A yang dialami puluhan siswa SMPN 20 Depok,

21 November 2019 12:30 WIB 12:30
  • Pantura

Ratusan Juta Dana Publikasi Media di Disparbud Karawang Peruntukkannya Tidak Jelas

Tidak kurang dari Rp100 Juta, anggaran dana publikasi di Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Karawang dinilai tidak merata peruntukkannya.

21 November 2019 12:15 WIB 12:15
  • Bandung

Hari Ini Walikota Bandung Berikan Anak Ayam ke Siswa SD dan SMP

Pemerintah kota Bandung mulai menggulirkan program pemberian anak ayam kepada siswa sekolah.

21 November 2019 12:01 WIB 12:01