Walkot Bekasi Minta Pelayanan Kesehatan Dimaksimalkan dan Ancam Cabut Izin RS Bandel

SOSIALISASI BPJS: Dari kiri, Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Anne Nurcandrani, Wali Kota Bekasi, Rahmat E"endi, Sekda Kota Bekasi, Rayendra Sukarmadji, saat mesosialisasikan BPJS Kesehatan kepada perwakilan rumah sakit se-Kota Bekasi di kantor Pemkot Bekasi, Kamis (18/2).FOTO: ARIESANT/RADAR BEKASI

POJOKJABAR.com, BEKASI – Dalam rangka meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat kurang mampu dan peserta BPJS Kesehatan, Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi mengumpulkan seluruh manajemen Rumah Sakit (RS) yang ada di Kota Bekasi.

Wali Kota (Walkot) Bekasi, Rahmat Effendi yang memimpin langsung sosialisasi tersebut mengaku sering mendapat laporan dari warga kurang mampu tidak mendapat pelayanan kesehatan dengan baik oleh sejumlah RS.

Maka dari itu, Rahmat effendi yang akrab disapa Pepen ini menginstruksikan kepada para pimpinan RS yang ada untuk bekerjasama dengan Pemkot Bekasi, maupun Badan Pelayanan Jaminan Kesehatan (BPJS) dalam melayani masyarakat dengan baik.

“Saya merasa bodoh atau goblok apabila masih ada warga yang tidak mendapat pelayanan kesehatan. Padahal, Kota Bekasi ini merupakan kota metropolitan. Jadi, saya harus prioritaskan pelayanan kesehatan bagi warga yang tidak mampu,” ucapnya dengan nada menggebu-gebu.


Dia menegaskan, apabila dari 37 rumah sakit  yang ada di Kota Bekasi tidak mau bekerjasama dengan Pemkot Bekasi (bandal), apalagi ogah melayani warga kurang mampu dan peserta BPJS, pihaknya akan meninjau ulang perizinan dan tidak segan-segan untuk mencabut izin operasional RS tersebut.

“Kami sudah siapkan anggran puluhan miliar untuk pelayanan kesehatan, dan sudah saya instruksikan kepada Dinas Kesehatan untuk membayar rembesan biaya pelayanan setiap bulan. Jadi, keuangan RS juga tidak terganggu. Oleh sebab itu, apabila ada RS swasta yang tidak mau bekerjasama, maka akan dicabut izinnya,” ancam orang nomor satu di Kota Bekasi ini.