Ratusan PNS di Lingkunga Pemkot Bekasi Ngemplang KPR

PNS Ilustrasi
Ilustrasi

POJOKJABAR.com, BEKASI – Sebanyak 139 Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemkot Bekasi terindikasi ngemplang pinjaman uang muka KPR Korpri Kota Bekasi. Dana yang digelontorkan sejak tahun 2008 lalu diberikan kepada  471 PNS yang memperoleh pinjaman tanpa bunga dengan masing-masing pinjaman sebesar Rp10 juta. Namun, hingga akhir tahun 2015 lalu baru 332 PNS yang menyelesaikan pinjamannya.

Seketaris Daerah (Sekda) Kota Bekasi Rayendra Sukarmadji membenarkan masih adanya PNS yang belum menyelesaikan pinjaman dana bergulir tersebut.

’’Saya sudah layangkan surat kepada seluruh SKPD Kota Bekasi agar PNS di lingkungan SKPD yang mempunyai tunggakan pinjaman bergilir ini segera menyelesaikan pinjamannya,” tegas Roy pangggilan akrab Rayendra Sukarmadji.

Saat ditanya apakah ada sanksi bagi PNS yang tidak membayar pinjaman bergulir tersebut. Roy menegaskan, bila mereka tidak membayar pula pinjamannya setelah diberi teguran dipastikan akan terkena sanksi.


’’Bagi mereka (PNS) yang tidak mempunyai niat baik untuk membayar kewajibannya membayar pinjaman yang telah diterimanya, pasti akan kita beri sanksi,” tegas Roy.

Sekretaris Komis A DPRD Kota Bekasi, Solihin menanggapi masalah ini mengatakan, mestinya PNS yang menerima bantuan pinjaman tanpa bunga itu konsekuen memenuhi tanggung jawabnya. Bila perlu Pemkot Bekasi, memberikan penekanan agar PNS yang mendapat fasilitas itu membayar pinjamannya.

’’Uang tersebut kan uang pemerintah, tentunya juga uang rakyat jadi harus dikembalikan,” kata Solihin.

Berdasarkan data yang diperoleh BPRS Kota Bekasi, sebanyak 471 PNS yang memperoleh pinjaman pembiayaan dana bergulir uang muka KPR Korpri Kota Bekasi, dari jumlah tersebut 332 PNS di antaranya telah melunasi pinjamannya. Sisanya sebanyak 139 orang atau sebesar Rp723.250.000 belum melunasi pinjaman bergulir ini hingga sekarang. Padahal, pinjaman itu sudah digulirkan sejak tahun 2008 lalu.

Dalam penggelontoran pinjaman uang muka KPR Korpri Kota Bekasi, masing-masing PNS mendapat pinjaman tanpa bunga sebesar Rp10 juta. Pinjaman harus dilunasi 40 kali angsuran dengan angsuran setiap bulannya sebesar Rp250.000. Namun hingga akhir tahun 2015 lalu masih ada ratusan PNS yang belum melunasi pinjaman tersebut. (dat)