Digusur, PSK Kalijodo Pindah ke Bekasi

PSK
Ilustrasi PSK.

POJOKJABAR.com, BEKASI – Penutupan lokalisasi Kalijodo, Jakarta Utara, ternyata bisa berdampak sistemik. Kebijakan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok di lokasi prostitusi itu, bisa berimplikasi negatif ke wilayah tetangga, seperti Kota Bekasi. Sepekan sejak Ahok mengumumkan bakal melakukan penertiban, para PSK Kalijodo tampak terlihat berkeliaran di Kota Bekasi.

Kenyataan ini tidak dipungkiri Dinas Sosial (Dinsos). Kadinsos Agus Darma mengakui ada kemungkinan PSK Kalijodo mencari tempat baru bilamana penutupan lokalisasi Kalijodo dilakukan Pemprov DKI. Sebab Kota Bekasi merupakan daerah yang dekat dengan Jakarta dengan pertumbuhan tingkat ekonomi pesat dan banyaknya tempat hiburan malam.

“Kalau Kalijodo jadi digusur, besar kemungkinan PSK-nya menyebar ke daerah penyangga Ibu Kota salah satunya Kota Bekasi. Kami juga akan terus memantau perkembangan rencana penggusuran tersebut,” ucap Agus Kamis (18/2).

Agus melanjutkan, Kota Bekasi masuk dalam sasaran PSK Kalijodo yang tidak mempunyai Kartu Tanda Penduduk (KTP) DKI. Meski demikian, usai penggusuran Kalijodo pihaknya bersama intansi terkait akan melakukan razia ke tempat hiburan malam hingga tempat kos-kosan di Kota Bekasi.


“Iya nanti kita rencanakan usai pengusuran Kalijodo, jangan sampai Kota Bekasi menjadi daerah alternatif PSK Kalijodo,” curhat Agus.

Ada beberapa wilayah, kata Agus yang menjadi pintu masuk ke Kota Bekasi, yakni daerah perbatasan seperti Pondokgede dan Medansatria. Selain daerah perbatasan di kedua daerah tersebut terdapat banyak tempat kos-kosan. Maka akan difokuskan ke dua daerah tersebut untuk dilakukan pemantauan secara intensif.

Walaupun tidak menutup kemungkinan daerah seperti Bekasi Selatan, Utara, dan Barat juga akan menjadi incaran daerah singgah di mana terdapat tempat hiburan malam banyak berada.

Data Dinsos Kota Bekasi terdapat 40 PSK yang terjaring saat dilakukan razia Satpol PP di Jalan Kemakmuran, Jalan Ir H Juanda, Jalan Cut Mutiah, dan Jalan Ahmad Yani dan hanya 20 PSK mengikuti pembinaan selebihnya dipulangkan ke daerah asalnya seperti Subang, Indramayu, Purwakarta, Sukabumi, dan daerah lainnya.

Hasil pembinaan banyak dari PSK mengalami permasalahan yang sama yaitu, ekonomi yang menyebabkan wanita-wanita muda ini mencari rezeki dengan menjadi PSK. (dat)