Wali Kota Bekasi: LGBT Perlu Dibina, Bukan Didiskriminasi

Rahmat Effendi

POJOKJABAR.com, BEKASI –  Wali Kota Rahmat Effendi memastikan sebagai kepala daerah dirinya tidak membeda-bedakan perlakuan terhadap warganya, baik yang LGBT maupun bukan. Meski begitu, secara norma adat ketimuran dan agama, penganut orientasi seksual tidak normal itu perlu mendapat pembinaan.

’’Penganut LGBT harus kembali kepada kodratnya sesuai jenis kelaminnya saat dia dilahirkan. Kalau ada yang menyimpang, ya kami siap memfasilitasi untuk melakukan pembinaan,’’ papar Walikota menanggapi maraknya LGBT di Kota Bekasi.

Seperti diketahui, dari data LSM Grapiks tercatat penganut LGBT di Kota Bekasi ditaksir mencapai ratusan orang jumlahnya. ’’Kurang lebih ada 400 orang,’’ ungkap Ketua LSM Grapiks Daniel Ramadhan, belum lama ini.

Menanggapi keberadaan mereka itu (LGBT), Walikota meminta agar mereka tidak melakukan ketertiban umum dan propaganda kepada mereka yang bukan LGBT. Hak dan kedudukan mereka sampai saat ini masih sama di mata hukum.


Walikota melanjutkan pihaknya melarang keras adanya diskriminasi terhadap LGBT karena diskriminasi tidak akan menyelesaikan masalah. “Warga negara tidak boleh ada diskriminasi. Harus dengan pendekatan, melalui pembinaan lah nantinya yang mengembalikan orang LGBT menjadi normal kembali,” ujar Rahmat.

Terpisah, Psikolog Yayasan Kita dan Buah Hati, Elly Risman menjelaskan komunitas LGBT sudah menyebarkan poin-poin dalam propagandanya melalui media sosial. Sehingga orangtua perlu melek teknologi.

“Anak sekarang sudah melek internet. Sementara orangtuanya belum. Sehingga ada peluang anak tersebut mencari tau melalui gadget-nya dan akses internet bagaikan pisau bermata dua bagi anak,” tutur Elly.

Bila orang tua mengerti akan teknologi maka dapat mengontrol dan mengawasi anak-anak dalam mempergunakan internet. Sebab di era modern seperti saat ini, anak dapat terpapar dampak negatif pornografi melalui internet. (dat)