KPNas: TPST Bantargebang Berpeluang Jadi TPA Regional

Dokumentasi

POJOKJABAR.com, BEKASI – Koalisi Persampahan Nasional (KPNas) merekomendasikan tiga Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah di wilayah Bekasi dan Jakarta dikelola secara terintegrasi.

’’Konsepnya berupa TPA regional. TPA semacam ini telah diadopsi Presiden Joko Widodo di Payakumbuh, Denpasar Bali, dan Banjarmasin,” klaim Dewan Pembina KPNas, Benny Tunggul, di Bekasi, Rabu (17/2).

Menurut dia, TPA regional tersebut sejalan dengan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang pengelolaan sampah. Alasan rekomendasi tersebut dilatar belakangi penilaian pihaknya terhadap kinerja kepala daerah di Kota Bekasi dan Kabupaten Bekasi terhadap manajemen sampah yang gagal.

Benny mengatakan, terdapat sejumlah pelanggaran Standar Operasional Prosedur (SOP) sistem pengelolaan sampah di Kota Bekasi dan Kabupaten Bekasi yang diatur dalam perundang-undangan yang berlaku.


“Misalnya di TPA Burangkeng milik Pemkab Bekasi yang sampai saat ini masih memanfaatkan manajemen sampah secara konvensional dengan metode ‘open dumping’ yakni diangkut, dikumpul dan dibuang. Artinya belum ada sistem pengelolaan yang ramah lingkungan,” katanya.

Selain itu, lanjut dia, sistem konstruksi di TPA Burangkeng saat ini belum mengadopsi geomembran di mana lahan dasar tumpukan sampahnya dilapisi karpet yang berfungsi mengantisipasi rembesan limbah air sampah ke air tanah.

Adapun persoalan di TPA Sumurbatu milik Pemkot Bekasi, kata dia, terkait dengan mekanisme pengelolaan yang masih mengadopsi sistem control landfill, selain itu volume sampah di sana sudah overload akibat tidak pernah diolah.

“Instalasi Pengolahan Air Sampah  (IPAS) yang diterapkan masih tidak sesuai standar dan tidak diolah,” katanya.

Kondisi demikian, kata dia, telah mengakibatkan persoalan sosial yang panjang serta kerusakan lingkungan akibat pencemaran limbah.