Kinerja Disdik Kota Bekasi Harus Dievaluasi

Dokumentasi

POJOKJABAR.com, BEKASI – Ditemukannya sekolah yang tidak memiliki fasilitas meja dan kursi di Kota Bekasi, mencoreng citra dunia pendidikan di Kota Bekasi. Sejumlah pihak mendesak agar kinerja Dinas Pendidikan di Kota Bekasi mesti dievaluasi.

Komisi D DPRD Kota Bekasi mengaku kecewa dengan kondisi tersebut. Pasalnya, pada tahun  2015 lalu, Dinas Pendidikan Kota Bekasi mendapat anggaran yang sangat besar. Namun sayangnya tidak mampu dimanfaatkan dengan optimal.

“Kami sengat kecewa dengan kinerja Dinas Pendidikan Kota Bekasi, karena masih ada sekolah dasar yang tidak mempunyai bangku dan meja, parahnya lagi kejadian tersebut persis di belakang kantor Wali Kota Bekasi,” ujarnya, kata anggota Komisi D DPRD Kota Bekasi, Syaherallayali.

Menurutnya, selama ini Disdik Kota Bekasi tidak pernah melakukan koordinasi dengan Anggota DPRD Kota bekasi. Jika ada koordinasi, menurutnya, tidak akan terjadi kesalahan seperti ini. terlebih, sekolah tersebut sejak 2013 tidak memiliki meja dan kursi.


“Di tahun 2015, ada anggaran Rp70 miliar, tetapi tidak dimanfaatkan dengan  baik. Bahkan Dinas Pendidikan Kota Bekasi tidak pernah melakukan koordinasi terhadap kita, jika ada koordinasi maka kita bisa bersinergi,” paparnya, sembari meminta kepada Wali Kota Bekasi untuk mengevaluasi kinerja Disdik Kota Bekasi.

Terpisah, Pengamat Pendidikan Kota Bekasi Sardi ffendi yang juga mantan ketua Komisi D DPRD Kota Bekasi mengatakan, seharusnya hal tersebut tidak boleh terjadi. Terlebih, setiap tahun Disdik Kota Bekasi mendapat anggaran yang cukup besar.

“Peristiwa ini, harus menjadi sebuah evaluasi Dinas Pendidikan Kota Bekasi. Apa bila UPTD SD dan Kabid Dikdas mempunyai perencanaan yang baik, maka tidak akan terjadi seperti ini. Kejadian ini dikarenakan tidak terserapnya anggaran mebeler pada tahun lalu, padahal ini masuk dalam wajib belajar,” ungkapnya.

Lebih jauh Sardi juga menambahkan, seharunya Dinas Pendidikan Kota Bekasi bisa lebih fokus pada delapan standar pendidikan yang harus dijalankan, standar tersebut di antaranya sarana dan prasarana sekolah.

“Saya meminta kepada Bapak Wali Kota Bekasi untuk bisa melihat langsung dalam kegiatan belajar di sekolah yang ada di Kota Bekasi, buat apa taman-taman sekolah dibaguskan dan indah, tetapi di dalam kelas tidak mempunyai bangku dan meja untuk anak-anak belajar di kelas,” pungkasnya. (ran)