Bupati Bekasi Ingin Bangun Uneversitas Negeri

Neneng Hasanah Yasin

POJOKJABAR.com, CIKARANG PUSAT – Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin mengaku memiliki keinginan untuk membangun Universitas Negeri (UN) di daerahnya. Meski masih sebatas keinginan, namun hal tersebut direspon oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda).

Kepala Bappeda Kabupaten Bekasi, Slamet Supriadi, mengatakan untuk membangun sebuah universitas negeri membutuhkan kajian terlebih dulu. Seperti kajian soal anggaran dan lokasi pembangunannya.

Untuk mewujudkan mimpi bupati, sambung Slamet, pemerintah daerah akan berkonsultasi dengan pemerintah provinsi dan pusat.

“Seperti lokasinya di mana anggarannya? Boleh tidak dikeluarkan oleh pemerintah daerah? Atau kita mengusulkan saja seperti pembuatan underpass yang dilakukan share. Pemda pembebasan lahan sedangkan pemerintah pusat yang membangun, jadi memang melalui kajian dulu,” ungkapnya.


Meski demikian, Slamet mengatakan kalau hingga saat ini pihaknya belum membicarakan secara serius soal keinginan bupati tersebut. Namun demikian pihaknya tetap akan melakukan kajian dan konsultasi untuk mengetahui mekanisme pembangunan universitas negeri.

“Jadi bila ini disebut merupakan kewenangan pemerintah pusat, pemda boleh melakukannya termasuk anggaran tetapi dalam penganggaran yang dilakukan secara sharing,” katanya.

Jika nantinya pembangunan universitas negeri terbentur oleh anggaran, sambung Slamet, ada kemungkian untuk mengubah status universitas swasta di Kabupaten Bekasi menjadi negeri.

“Kalau itu pertanyaannya masalah biaya yang besar, memang lebih baik kita mensinegikan universitas swasta yang sudah ada, meskipun ada anggaran dari APBD,” ujarnya.

Sementara itu, Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Bekasi, Muhtada Sobirin, menganggap kalau keinginan bupati membangun universitas swasta sebagai cita-cita yang baik. Sayangnya, keinginan itu tidak didukung oleh perangkat Dinas Pendidikan yang menurutnya kurang baik.

“Kalau mempunyai cita-cita memang seharusnya didukung oleh perangkat yang baik juga, misalnya ingin membangun rumah tapi tukangnya tidak profesional sehingga hasilnya tidak maksimal, padahal kita punya anggaran yang cukup untuk membuat universitas negeri dan itu pasti bisa,” ungkapnya. (dho)