Sekolah dan 200 KK di Kabupaten Bekasi Terendam Banjir

TERENDAM: SDN 03 Sukakarya terendam banjir setinggi lutut orang dewasa. Murid-murid terpaksa diliburkan hingga banjir surut.FOTO:CF6/RADAR BEKASI

POJOKJABAR.com, SUKAKARYA – Sebanyak 200 Kepala Keluarga (KK) di RT 04/06, Desa Sukakarya, Kecamatan Sukakarya terendam air. Bahkan luapan air yang berasal dari Kali Ciherang juga merendam SDN 03 Sukakarya.

Akibatnya, proses belajar mengajar di sekolah tersebut terpaksa dihentikan. Murid-murid diliburkan sampai air yang menggenangi sekolahnya surut.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Radar Bekasi, air mulai menggenangi pemukiman pada Senin (15/2) sekitar pukul 12.00. Air luapan Kali Ciherang dengan cepat meninggi dan merendam pemukiman warga.

Meski demikian, warga yang rumahnya terendam memilih menetap di kediamannya masing-masing. Karena mereka khawatir jika rumahnya ditinggal, harta benda dan barang-barang berharganya akan hilang.


Yani Sumiati (32), warga Desa Sukakarya, RT 04/06 mengatakan kalau genangan air berasal dari luapan Kali Ciherang. Kali tersebut diketahui jebol saat hujan deras mengguyur wilayah tersebut beberapa hari yang lalu.

“Banjir juga merendam sekolahan, udah dua hari siswa diliburkan,” ujarnya.

Akibat luapan air Kali Ciherang, sebanyak tujuh ruangan, satu di antaranya ruangan guru SDN 03 Sukakarya terendam. Ketinggian air di sekolah tersebut mencapai lutut orang dewasa.

Hingga kemarin, Selasa (16/2), air luapan tersebut masih merendam sekolah dan pemukiman. Bahkan menurut Yani, ketinggian air justru semakin bertambah dari sebelumnya karena debit air Kali Ciherang masih tinggi.

Sementara itu, Kepala Desa Sukakarya, Joni Fahamsyah mengatakan kalau wilayahnya berpotensi terendam lebih parah ketika hujan deras. Karena saat ini banjir di wilayahnya hanya akibat luapan Kali Ciherang.

“Air sempet surut pukul 07.00 Senin (15/2), namun pukul 11.00 Selasa (16/2) tadi naik lagi, dan saya langsung memberikan kabar ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi,” ujarnya.

Di pemukiman, ketinggian air saat ini kata Joni sudah mencapai sekitar 50 sentimeter. Banjir menyebabkan beberapa akses desa lumpuh dan sejumlah bangunan publik seperti sekolah tidak bisa dipergunakan.

“Merendam sekolah dan belajar terpaksa dihentikan,” ucapnya.

Joni berharap agar pemerintah daerah memperbaiki tanggul Kali Ciherang yang saat ini jebol dan tidak kuat menahan debit air. Ia mengaku sudah menyampaikan hal tersebut langsung ke Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin untuk segera diambil tindakan.

“Katanya akan ada dana yang di alokasikan pada 2017 nanti,” ucapnya. (dan)