Duh, Jumlah Gay di Kabupaten Bekasi Capai Ribuan

ilustrasi

POJOKJABAR.com, CIKARANG PUSAT – Komunitas Lesbian Gay Biseksual dan Transgender (LGBT) di Kabupaten Bekasi belum terdata dengan pasti. Namun keberadaan komunitas ini diyakini ada di daerah ini.

Berdasarkan data Komisi Penanggulangan Aids Daerah (KAPD) Kabupaten Bekasi, untuk jumlah gay di Kabupaten Bekasi berjumlah sekitar 1.100 orang. Jumlah tersebut dinilai belum mewakili seluruh gay di Kabupaten Bekasi karena masih banyak dari mereka yang tertutup dan tersembunyi.

Biasanya, ribuan gay tersebut tinggal di kecamatan ramai dan padat penduduk, seperti di Cikarang Selatan, Cikarang Pusat, dan Tambun Selatan. Kecamatan itu sekaligus menjadi tempat mereka berkumpul.

“Kalau titik-titiknya biasanya di wilayah keramaian yang menjadi tempat kumpul-kumpul seperti Pecenongan Jababeka, Lippo Cikarang, SGC Cikarang, dan wilayah Tambun Selatan yang memang pusat keramaian dan kalau transaksi seksnya biasanya di hotel atau kamar kos,” ungkap Ketua Program KPAD Kabupaten Bekasi, Ade Bawono.


Dijelaskan Ade, LGBT memiliki hubungan dengan penularan penyakit HIV/Aids, terutama hubungan sejenis antara lelaki dengan lelaki. Karena saat melakukan hubungan seksual sejenis, biasanya terjadi pendarahan.

“Memang kita lebih fokus kepada gay ya dari pada lesbian, karena dalam segi kesehatannya lebih rentan penularannya pada gay yang memang mempunyai risiko tinggi dibanding lesbian,” katanya.

“Kalau masalah perilaku seksnya itu kan pada diri masing-masing, dan kita belum mengarahkan ke arah situ, masih dalam kesehatannya saja,” tambahnya.

Masih Ade, LGBT bisa disamakan seperti pecandu narkoba namun tetap bisa disembuhkan. Menurut dia, perilaku menyimpang itu bukan kodrat, tetapi lebih kepada dampak dari pergaulan remaja.

“Jadi bisa kok disembuhkan, tinggal niatnya aja seperti apa, dan butuh bimbingan,” ujarnya.

KPAD akan memberikan bimbingan kepada LGBT jika jumlahnya semakin bertambah. Bahkan, sambung Ade, organisasinya juga bisa memberikan rehabilitasi agar anggota dari komunitas tersebut terbebas dari ‘penyakitnya’.

“Jadi kalau sudah semakin banyak ada kemungkinan program dari KPAD bisa ke arah sana (rehabilitas) untuk LGBT,” tuturnya. (dho)