Warga Harapan Indah Protes PT HDP

PROSES MEDIASI: Sejumlah warga Harapan Indah sedang melakukan mediasi dengan Pihak PT Hasana Damai Putra (HDP) Bluevard, terkait pengelolaan parkir yang pernah dijanjikan pihak HDP. FOTO:SAR/RADAR BEKASI

POJOKJABAR.com, MEDANSATRIA – Lagi-lagi persoalan ruang publik yang komersil mendapat aksi protes dari warga. Namun berbeda dari kasus sebelumnya. Kali ini warga yang tinggal di sekitar Harapan Indah (HI), Medansatria mengeluhkan tindakan PT Hasana Damai Putra (HDP) Bluevard yang dianggap ingkar janji soal pengelolaan pakir yang selama ini ditangani warga selama puluhan tahun.

“Taman Harapan Indah ini merupakan lahan komersial dan sudah dikelola warga sekitar sejak tahun 1996. Kami juga rutin menyetorkan retribusi ke Dinas Perhubungan (Dishub) untuk dimasukkan ke Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Bekasi,” ujar kepala pengelola parkir Taman HI, Simon, Senin (15/2).

Namun pada kenyataannya, kata dia, PT HDP malah mengizinkan pihak lain untuk mengelola parkiran, yakni seorang pengusaha bernama Edison yang diketahui merupakan warga HI. Selain tidak melakukan koordinasi dengan warga sekitar, sebagai pengelola yang lama, PT HDP juga tidak melakukan tender terlebih dulu.

“Mereka dengan seenaknya mendirikan parkir meter di wilayah kami. Jelas kami sangat keberatan. Padahal sebelumnya, kami sudah ajukan permohonan dengan mengirim berkas-berkas, tapi PT HDP malah masukin yang lain. Ada apa ini sebenarnya,” keluh Simon.


Menurutnya, tindakan PT HDP sangat tidak adil bagi warga sekitar. Para putera daerah yang sudah 20 tahun mengelola parkiran tersebut, kini terancam tak mendapat pemasukan akibat mata pencaharian mereka direbut pihak lain.

“Kalau caranya seperti ini, kami tidak akan tinggal diam. Seenaknya saja memasukkan orang baru tanpa koordinasi dengan kami dulu,” sesalnya.