Remaja Ini Tertular Gay Sejak Lulus SD

LGBT
LGBT (Lesbian Gay Biseksual dan Transgender) .

POJOKJABAR.com, BEKASI – Namanya sebut saja Abe. Usianya masih 15 tahun. Dia mengaku sudah masuk dalam komunitas Lesbi Gay Biseksual Transgender (LGBT) sejak masih duduk di kelas 7.

Remaja yang kini duduk di bangku kelas 9 SMP di Kota Bekasi berterus terang masuk dalam jaringan LGBT karena pergaulan. Semuanya berawal saat berkenalan dengan pria di sebuah warnet yang berlanjut kongkow-kongkow dengan komunitas LGBT lainnya di sebuah restoran cepat saji di salah satu mall.

“Dari kongkow-kongkow itu terus sering nongkrong di mall bareng komunitas LGBT,” cerita Abe.

Abe mengingat-ingat awal mula masuk dalam komunitas itu. Semula dirinya bertekad hanya sekedar ingin tahu. Tapi, rupanya lama kelamaan pola pikirnya justru turut berpengaruh. Lesbi, gay, biseksual, dan transgender, it’s ok.


Orientasi seksnya turut berubah. Abe lebih menyukai sesama pria. Dia sendiri memposisikan diri sebagai wanitanya. Pasangannya, seorang pria yang sudah berumur dan menikah dengan perempuan. Bekerja sebagai pekerja formal di salah satu kantor.

Baca Juga: Komunitas LGBT di Bekasi Capai Ratusan Orang

“Waktu itu pengen tahu aja. Tapi lama-lama kok nyaman berada di komunitas dibandingkan berada di rumah. Dia lebih care ama gw. Yah nyaman dech pokoknya,” ucap Abe saat ditemui Radar Bekasi, Senin (15/2).

Hari demi hari, waktu Abe dihabiskan bersama pasangannya yang sejenis. Tidak segan-segan, terkadang dia rela meninggalkan waktu sekolahnya hanya untuk bertemu dengan sang kekasih. Belakangan, akibat orientasi seksnya yang menyimpang itu, Abe ditimpa masalah kesehatan. Dokter memvonisnya terkena HIV/AIDS.

Itu bermula pada suatu hari. Tubuhnya mendadak mengalami sakit, nyeri yang tak tertahankan. Oleh keluarga, Abe dibawa dan dirawat di salah satu RS swasta di Kota Bekasi. Di situ lah Abe divonis dokter positif terpapar virus HIV Aids. Kontan, kedua orang tua Abe kaget buka main mendengar hasil lab yang dibacakan dokter.

Kini, Abe mengaku pasrah. “Hasil labnya positif Aids, mau gimana lagi terima aja,” cerita Abe yang mengaku sudah genap setahun menderita penyakit yang hingga kini masih sulit mencari obatnya.

Selain pasrah dengan penyakit yang di deritanya, kini Abe hanya mau berpikir positif untuk masa depannya. Dia memilih aktif dalam sebuah LSM yang menyuarakan gerakan anti HIV/Aids. (dat)