Miriss.. Sudah Dua Tahun Puluhan Murid SD Belajar di Lantai

Dokumentasi

POJOKJABAR.com, BEKASI – Puluhan murid SDN Margajaya II yang beada di jalan kemakmuran Bekasi Selatan,  terpaksa belajar sambil duduk di lantai atau Deprok. Pasalnya, selama dua tahun ini mereka belajar tanpa meja dan kursi.

Ironisnya, lokasi sekolah tersebut hanya beberapa meter saja dari komplek kantor pemerintahan Kota Bekasi. Berulangkali pihak sekolah mengajukan proposal pengadaan Mebeler ke Dinas pendidikan Kota Bekasi, namun hingga kini belum ada respon positif.

Guru kelas IV SDN Margajaya II, Euis mengungkapkan, keprihatinannya melihat anak didiknya setiap hari belajar dengan cara lesehan. Namun, sebagai seorang tenaga pendidik Euis mengatakan tidak bisa berbuat banyak dan hanya mampu memberikan semangat belajar kepada sebanyak 57 orang siswa-siswinya, kendati sarana belajar di ruang kelasnya tersebut sangat tidak memadai.

“Saya sebenarnya kasihan sekali melihat anak-anak setiap hari belajar di lantai. Tapi, kami tidak bisa berbuat banyak. Pihak sekolah juga melaporkan hal kepada dinas pendidikan namun belum ada respon,” ujarnya.


Euis menjelaskan, usulan proposal bantuan mebeler kepada Disdik sudah diserahkan sejak dilakukannya renovasi beberapa ruang kelas belajar di SDN Margajaya II. Usulan Mebeler yang telah diajukan sejak tahun 2013 lalu melalui pejabat Disdik belum juga terealisasi.

“Sudah sering saya mendapat komplain dari para orangtua murid, karena anak-anak mereka masih saja terus belajar di lantai, tapi mau bagaimana lagi kami sudah berusaha mengajukan proposal tidak ada respon hingga sekarang,” ungkapnya.