Pengamat Minta Pemkot Bekasi Libatkan Akademisi Menuju Smart City

PEMUKIMAN WARGA: Beginilah kondisi pemukiman padat penduduk di Kampung Rawasemut, Bekasi Timur. Sementara Pemkot Bekasi berencana menjadikan kota ini sebagai Smart City.FOTO: ARIESANT/RADAR BEKASI

POJOKJABAR.com, BEKASI – Rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi untuk menjadikan Kota Patriot ini sebagai Kota Pintar (Smart City), harus melibatkan para akademisi yang ada di Kota Bekasi.

Hal ini disampaikan Pengamat Kebijakan Publik Kota Bekasi, Didit Susilo. “Seharusnya Pemkot Bekasi mengajak para akademisi yang ahli di bidang teknologi informasi, tidak hanya dari Institute Teknologi Bandung (ITB) saja,” kata Didit. Usulan itu perlu dilakukan agar para akademisi lokal diperdayakan agar dapat bersama-sama mewujudkan Kota Bekasi menjadi Smart City.

“Akademisi lokal itu sebagai second opinion untuk peran aktif publik,” ujar Didik.

Menurut Didik, akademisi lokal sangat dibutuhakn dalam mewujudkan Kota Bekasi sebagai Smart City. Sebab, mereka mengetahui seluk beluk kota ini.


“ITB pasti kurang menguasai permasalahan Kota Bekasi, sehingga perlu melibatkan akademisi lokal,” imbuhnya.

Selain itu juga perlu melibatkan beberapa pihak ketiga seperti pengembang perumahan dan pusat perbelanjaan untuk mendukung terwujudnya Smart City. Misalnya dengan menyediakan wifi gratis di setiap area publik agar masyarakat lebih mudah untuk melakukan hal berbasis teknologi informasi.

“Kalau hanya mengandalkan wifi dari Telkom saja tidak bisa,” terang Didit.

Lanjut Didit, hingga saat ini Pemkot Bekasi masih punya masalah yang belum terpecahkan, seperti minimnya utilitas perkotaan, belum terkordinasi secara baik antara pembangunan yang satu dengan sarana-prasarana lainnya.