Kisah ‘Jendral’ Penjaga Pintu Klenteng

PENJAGA PINTU: Salah satu ukiran jendral yang berada di pintu masuk Klenteg Hok Lay Kiong. Ukiran tersebut, dipercaya akan menjaga klenteng dari hal negatif.FOTO:CR32/RADAR BEKASI

POJOKJABAR.com BEKASI – Klenteng, menjadi tempat ibadah bagi penganut ajaran Konghucu atau warga keturunan Tionghoa. Keberadaan klenteng dianggap menjadi sebuah istana. Dalam cerita, sebuah istana akan ada penjaga yang berjaga di depan pintu utama. Itulah mengapa di daun pintu masuk utama Klenteng Hok Lay Kiong dapat kita temui ukiran gambar sepasang Jendral yang membawa senjata.

Berdasarkan cerita dari Ko Hendi yang merupakan salah satu penjaga Klenteng Hok Lay Kiong, Kedua penjaga tersebut bernama Sin Ciok Po sebagai dewa penjaga pintu sebelah kiri dan Hu Tie Tong, penjaga pintu sebelah kanan, nama ini menggunakan bahasa Hokyan. Sedangkan nama mereka dalam bahasa mandarin yakni Guang Ping (Sin Ciok Po) dan Zhou Zang (Hu Tie Tong).

Pria yang memiliki 4 orang anak ini menuturkan, berdasarkan sejarah, Sin Ciok Po dan Hu Tie Tong adalah penjaga dari Dewa Kwan Kong. Adalah seorang dewa yang dipuji karena kejujuran dan kesetiaannya. Keduanya merupakan Dewa Pintu yang dipercaya memegang kendali keamanan di klenteng itu.

“Dewa Kwan Kong, ini bahasa Hokyan, dia adalah lambang atau tauladan kesatria sejati yang selalu menepati janji dan setia pada sumpahnya. Dan dia punya dua penjaga setia, ya itu Sin Ciok Po dan Hu Tien Tong,” terangnya kepada Radar Bekasi, kemarin.


Kedua dewa itu, dikenal sebagai penjaga pintu istana pada awal masa Kaisar Li Se Bin. Kaisar tersebut pada awal naik tahta, sering mengalami gangguan dan tidak enak badan pada malam hari.