Isu PHK di Kabupaten Bekasi Resahkan Buruh

(Ilustrasi) Buruh di Kawasan Industri Kabupaten Bekasi. (Dok. Radar Bekasi)

POJOJABAR.com, CIKARANG BARAT – Isu mengenai akan adanya Pemberhentian Hubungan Kerja (PHK) kembali terdengar ramai di Kawasan Industri MM 2100, Kecamatan Cikarang Barat. Sejumlah buruh pabrik mengaku tak bisa berbuat apa-apa jika hal itu benar terjadi.

“Setelah adanya pabrik yang tutup dan pekerjanya di-PHK, kabar lainnya juga terdengar kalau sejumlah perusahaan di MM2100 akan melakukan PHK,” ujar salah seorang pegawai swasta, di blok GG, Kawasan Industri MM2100, Galih Pamungkas (31).

Lebih lanjut kata dia, banyak perusahaan di kawasan industri tersebut membuka lowongan pekerjaan dengan menempelkan pengumuman di depan gerbang pabrik. Hal itu semakin menguatkan bagaimana banyak perusahaan yang sedang mencari tenaga kerja baru.

“Kalaupun ada, saya berharap agar pemerintah memberikan solusi dan menambah peluang kerja bagi yang terkena PHK, karena kalau bukan dari buruh dari mana lagi,” ujarnya.


Hal senada diungkapkan oleh warga Desa Cikarang Kota, Wagia (27) yang berkerja di Kawasan MM2100. Dia mengatakan, kebanyakan buruh korban PHK adalah karyawan yang sudah berusia tua. Dengan demikian, jika mereka diberhentikan dari pekerjaannya saat ini maka peluang untuk mencari pekerjaan yang baru semakin sulit. Pasalnya, mereka harus bersaing dengan tenaga kerja muda yang baru lulus sekolah.

“Kalau saya kena PHK di umur 27 pasti sulit juga mendapatkan pekerjaan, karena perusahaan umumnya menerima karyawan maksimal yang berumur 25,” keluhnya.

Menanggapi hal tersebut, Kasubag Umum Kecamatan Cikarang Barat, Mawardi mengatakan, pihaknya belum memiliki data pasti mengenai adanya dugaan PHK di kawasan industri tersebut. Kendati demikian, informasi mengenai PHK memang sudah didengarnya dan masih dalam proses verifikasi.

“Memang ada isu. Salah satu PT di Kawasan MM2100 mau ada PHK,” bebernya.

Untuk memastikan kebenarannya, saat ini pihaknya akan melakukan pengecekan sekaligus mendata para pencari kerja yang mulai berdatangan.

“Sekarang saya belum memiliki data, mungkin di Bulan Maret,” katanya. (dan)