Anak-anak Bakal Punya Kartu Identitas

URUS ADMINISTRASI: Disdukcapil Kabupaten Bekasi tidak hanya diramaikan oleh antrean warga yang mengurus administrasi kependudukan, tapi sebentar lagi dinas ini akan tambah ramai setelah KIA diberlakukan.FOTO:CF6/RADAR BEKASI

POJOKJABAR.com, CIKARANG PUSAT – Warga Kabupaten Bekasi yang berusia antara nol sampai 17 tahun akan diwajibkan memiliki Kartu Identitas Anak (KIA) di tahun ini. Jumlah warga yang akan mendapatkan kartu tersebut diperkirakan mencapai satu juta jiwa.

Kepemilikan KIA berdasarkan Peraturan Kementerian Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 2 Tahun 2016, tentang KIA. Program tersebut baru akan diuji coba di 50 kota dan kabupaten di Indonesia, salah satunya di Kabupaten Bekasi.

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Bekasi, Nani Suwarni, mengatakan kalau KIA akan memberikan kemudahan administrasi anak. Karena nantinya banyak administrasi yang menggunakan kartu tersebut sebagai salah satu syaratnya, seperti saat mendaftar sekolah, pemeriksaan kesehatan dan membuat rekening di bank.

“Memang setelah anak ceprot baru lahir akan mendapatkan Nomor Induk Kependudukan (NIK),” katanya.


Dijelaskan Nani, KIA berbeda dengan KTP elektronik. Karena KIA masih berbentuk kartu biasa seperti KTP format SIAK.

Nantinya, sambung Nani, KIA akan memiliki dua tipe. Untuk tipe pertama diperuntukan anak usia nol sampai lima tahun tanpa menggunakan foto, dan kartu kedua untuk anak usia lima hingga 17 tahun yang menggunakan foto.

“Memang berbeda (dengan KTP elektronik) dan KIA masih mengunakan format lama, dan blankonya belum didistribusikan oleh Kemendagri,” tuturnya.

“Jadi berbeda dengan akta kelahiran, dan tetap akta masih ada, tidak dihilangkan,” sambungnya.

Sepengetahuan Nani, anggaran untuk uji coba KIA sebesar Rp8,7 miliar berasal dari APBN 2016. Ia juga menyebutkan kalau anggaran untuk uji coba itu sudah tersedia di APBD.

“Kalau penambahan APBD saya belum tahu tapi yang jelas sudah ada anggarannya dalam APBD,” ucapnya. (dho)