Warga Minta Pengembang Koperatif

SEGERA DIBUKA: Spanduk promosi kios mulai dipasang di Pasar Perumahan Taman Alamanda (PTA) meski polemik pembangunan pasar masih terjadi. Warga berharap pihak pengembang pasar koperatif dan menuntaskan dua tuntuan dari lima tuntutan lain yang sudah diselesaikan.FOTO: AZZI/RADAR BEKASI

POJOKJABAR.com, TAMBUN UTARA – Dari tujuh tuntutan warga yang diajukan, baru lima tuntutan yang sudah diakomodir oleh pihak pengembang pembangunan pasar di depan Perumahan Taman Alamanda (PTA). Warga berharap pihak pengembang bersikap koperatif, dan segera menuntaskan dua tuntutan yang lain.

“Kurang dua poin dari tujuh poin, dan keduanya terkait amdal seperti pembuangan limbah pasar bagaimana dan ke mana,” kata Ketua Forum RW Perumahan Taman Alamanda, Komarudin.

Menurutnya, lima tuntutan warga sebelumnya sudah diselesaikan dengan persetujuan beberapa orang warga. Kendati demikian, lanjutnya, dua tuntutan yang lain harus tetap direalisasikan.

“Sisanya sudah di setujui oleh warga blok H dan ketua RW pada waktu itu, dan kita saat ini hanya tinggal menuntut dua itu tadi,” imbuhnya.


Kata dia, tuntutan warga pada dasarnya cukup beralasan. Dengan orientasi bisnis, sudah sewajarnya pihak pengembang tidak hanya mencari keuntungan semata. Tetapi di sisi lain, pengembang juga harus memperbaiki kualitas lingkungan.

“Intinya mereka untuk bisnis dan ada di tengah-tengah lingkungan masyarakat, kita hanya minta mereka koperatif dengan kita,” tegasnya.

Terpisah, Ketua RW 19, Nurdin membenarkan adanya sikap dari pihak pengembang yang tidak mau memperhatikan warganya. Dia mencontohkan, akses jalan perumahan yang  hingga saat ini tidak diperbaiki sejak satu tahun lalu.

“Gimana masyarakat mau dukung? Perbaikan jalan saja hanya janji saja, tapi tidak ada realisasinya hingga saat ini,” katatanya singkat. (ich)