Ratusan Perumahan Dosen IKIP Terendam Banjir

EVAKUASI WARGA: Para petugas BPBD sedang mengevakuasi warga yang mengungsi di Masjid saat banjir melanda komplek Perumahan Dosen IKIP Jatiasih, Kota Bekasi, Minggu (14/2). Banjir tersebut disebabkan buruknya saluran air disertai hujan deras yang mengguyur Kota Bekasi.FOTO: ARIESANT/RADAR BEKASI

POJOKJABAR.com, JATIASIH – Ratusan rumah di komplek Perumahan Dosen IKIP Kelurahan Jatikramat, Kecamatan Jatiasih, kembali terendam banjir hingga mencapai ketinggian 1,3 meter akibat buruknya saluran air ditambah tingginya intensifitas hujan yang turun, Minggu (14/2).

Ketua RT 03/RW 08 Perumahan Dosen IKIP, Isroil mengatakan, di wilayahnya ada sekitar 160 Kepala Keluarga (KK) yang rumahnya mengalami banjir.

“Jika hujannya turun deras, warga sudah terbiasa dengan air setinggi pinggang orang dewasa. Ini adalah banjir pertama memasuki 2016 ini,” katanya saat disambangi Radar Bekasi di rumahnya, Minggu (14/2).

Selama banjir merendam perumahan, ia harus menggendong
cucunya kalau ingin berangkat dan pulang sekolah. “Untuk menghindari banjir, hampir semua anak-anak yang mau sekolah harus digendong orang tuanya masing-masing,” ujarnya.


Dijelaskan Isroil,  dampak dari banjir tersebut tidak sedikit warga yang mengalami penyakit gatal dan kutu air.

“Kalau banjir seperti ini, air yang kotor akan bercampur, dan warga terpaksa melaluinya dengan cara jalan kaki. Maka dari itu, tidak sedikit warga yang terserang penyakit gatal-gatal, telapak kaki pecah-pencah, dan kutu ari,” beber Isroil.

Sementara Camat Jatiasih, Nesan Sujana menjelaskan, banjir tersebut disebabkan adanya tanggul yang jebol di Perumahan Dosen IKIP. Sehingga rumah warga mengalami luapan air setinggi 1,3 meter.

“Ada tanggul yang jebol, sehingga berdampak pada luapan air, dan folder air juga belum berjalan maksimal,” ucap Nesan.

Seperti diketahui, komplek tersebut memang berada di kawasan cekungan, sehingga kerap menjadi langganan banjir setiap musim hujan tiba. (and)