Menteri PDTT Minta Perusahaan Perhatikan Desa di Kabupaten Bekasi

Ilustrasi-dana
Ilustrasi Dana.

POJOKJABAR.com, CIKARANG PUSAT – Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT), Marwan Jafar, meminta agar pembangunan desa di Kabupaten Bekasi terus berjalan meski gencarnya pembangunan industri. Pasalnya, alokasi anggaran untuk desa setiap tahunnya mengalami peningkatan.

“Di Kabupaten Bekasi ini antara Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) sudah mencapai sekitar Rp2,2 miliar rata-rata untuk per desanya. Artinya setiap tahun ada peningkatan dan kondisinya bagus,” ungkapnya seusai melakukan kunjungan kerja ke Situ Binong, Desa Hegarmukti, Kecamatan Cikarang Pusat, Minggu (14/2).

Salah satu bentuk kemajuan dari desa di Kabupaten Bekasi, sambung Marwan, yakni adanya pembangunan turap dan delapan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Kata dia, kemajuan itu membuktikan kalau pergerakan roda ekonomi desa sudah semakin maju.

“Itu sudah luar biasa. Satu desa sudah punya delapan BUMDes. Bahkan Ini akan dikembangkan satu BUMDes lagi,” katanya.


Terlepas dari itu, Marwan mengakui kalau penyaluran Coorporate Social Responsibility (CSR) dari perusahaan ke desa belum maksimal. Bahkan CSR yang dijanjikan oleh PT Jababeka untuk pembangunan drainase di Tangerang, kata dia, hingga kini belum terealisasi.

“Saya tak mengatakan inkar janji, tapi sampai hari ini itu belum direalisasikan CSR-nya itu,” ucapnya.

Marwan berharap agar hal tersebut tidak terjadi di Kabupaten Bekasi. Karena banyaknya perusahaan yang berdiri menyebabkan warga yang tinggal di sekitar perusahaan terkena dampak ekologi, sosial, terisolasi bahkan termajinalkan.

“Kasihan loh, mereka (pengusaha dan pengembang) sudah mengambil untungnya, harus juga memperhatikan daerah sekitar,” ujarnya.

Dalam kunjungan kerjanya, Marwan didampingi Sekretaris Komisi II DPRD Kabupaten Bekasi, Abdul Holik, Kepala BPMPD Abdilah Majid dan Ketua Apdesi Kabupaten Bekasi, Agus Sopyan. Setelah melakukan kunjungan, Marwan rencananya akan mengumpulkan pengusaha untuk membantu desa yang berada dekat dengan perusahaan.

“Jadi tolong sampaikan kepada bupati  apakah tempatnya di sini atau di kantor kementerian, saya akan mengundang para pengembang dan pengusaha se-Kabupaten Bekasi dengan niat untuk membangun masyarakat kita,” tuturnya. (dho)