Dar Der Dor! Polisi Vs TNI

Penembakan
ilustrasi

POJOKJABAR.com, MEDANSATRIA  – Aksi baku tembak antara polisi dengan penjahat terjadi Sabtu (13/2). Bak dalam film laga di film action, kedua pihak saling meletuskan tembakannya melumpuhkan lawan. Alhasil, dua penjahat akhirnya tewas setelah terkena timah panas petugas Jatanras Polresta Bekasi Kota.

Aksi saling tembak antara polisi dengan pelaku tindak pidana kriminal itu berlangsung di Jalan Medansatria, tepat di depan gerbang masuk pintu Harapan Indah. Pasukan polisi dipimpin Kanit Jatanras AKP Untung Riswaji. Lawannya bukan penjahat biasa. Salah satu pelaku ternyata anggota TNI AD yang juga anggota Kodim 0621/Kabupaten Bogor, Pelda Kuswinarto.

Kuswinarto akhirnya berhasil dilumpuhkan. Betis kanannya terkena tembakan anak buah Untung Riswaji. Satu penjahat lagi, Sajudin, tewas ditembus peluru di bagian dada dan kaki. Peristiwa itu terjadi pukul 16.30.

Kejadian berawal saat anggota buser unit Jatanras Polresta Bekasi Kota melakukan observasi atau pemantauan wilayah di Jalan Raya Bekasi, Kelurahan Medansatria. Saat itu anggota melihat mobil Toyota Kijang Innova nopol B 1494 EU warna silver sedang parkir di pinggir jalan. Salah satu penumpangnya turun menuju warung membeli rokok. Anggota buser yang melakukan pengamatan curiga setelah melihat di bagian pinggang orang tersebut ada benda yang menyerupai senjata api diselipkan.


Setelah itu, saat orang itu akan masuk kembali ke dalam mobil Innova, anggota langsung bertindak untuk melakukan pemeriksaan. Namun pergerakan anggota buser yang bermaksud menghalangi orang tersebut diketahui dan berusaha tancap gas. Tak mau buruannya lepas, anggota buser melepaskan dua kali tembakan peringatan ke udara. Ternyata, salah satu penumpang Innova membalas tembakan peringatan ke arah anggota buser. Hingga akhirnya aksi tembak menembak pun tak terelakkan.

Setelah beberapa menit terlibat aksi tembak menembak dua orang penumpang tersebut menyerah dan satu orang didapati luka tembak di bagian dada yang mengakibatkan tewas di tempat. Selanjutnya anggota melakukan penggeledahan terhadap para penumpang baik yang hidup maupun yang sudah tewas. Selain itu, dalam pengeledahan anggota buser mendapati barang bukti berupa dua pucuk Senpi rakitan jenis revolver, satu buah kunci leter T, delapan buah mata kunci leter T, lima butir peluru kal 9 mm, tiga butir kelongsong peluru kal 9 mm.

Sementara di TKP Sajudin tewas di tempat akibat luka tembak empat lubang di dada dan kaki, Sulaiman hidup dengan luka tembak di betis kaki kanan dan Pelda Kuswinarto hidup dengan luka tembak di betis kaki kanan.

Selanjutnya oknum anggota  TNI AD Pelda Kuswinarto dibawa ke Polresta Bekasi Kota, lalu dirujuk ke RS Kramatjati untuk menjalani operasi pengambilan proyektil  yang masih di dalam betis kanan. Sekaligus guna penyelidikan lebih lanjut anggota TNI tersebut diserahkan ke Subdenpom Jaya/2-1 Bekasi guna proses penyidikan.

Terpisah, Komandan Denpom Jaya, Letkol Cpm Joni Kuswaryanto mengakui adanya dugaan keterlibatan tindak kriminal salah satu prajuritnya. Namun pihaknya tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah.

“Memang salah satu prajurit kami diduga ada yang terlibat tindak kriminal. Tapi sejauh mana keterlibatannya masih didalami dulu. Nanti kalau sudah ada perkembangan nanti diberitahukan,” ucapnya singkat. (dat)