Mengunjungi Komplek Pemakaman Dharma Abadi di Cikarang

MEGAH: Pintu masuk ke taman Pemakaman Dharma Abadi di Kecamatan Cibarusah. Meskipun komplek pemakaman tersebut milik warga Tionghoa, namun warga Bekasi lainnya boleh menggunakan makam tersebut.FOTO:MAR/RADAR BEKASI

POJOKJABAR.com CIBARUSAH – Sebuah komplek pemakaman khusus bagi warga Tionghoa ini seluas lebih dari 10 hektare, lahan tersebut sengaja digunakan sebagai komplek pemakaman yang dikelola Yayasan Pancaran Tridarma.

Kompleknya memang membuat penasaran. Radar Bekasi kemudian mencoba menelusuri dan masuk ke dalam komplek pemakaman tersebut. Saat masuk ke dalam komplek, suasana sangat sepi, kanan kiri jalan menuju pemakaman terbentang sawah yang lebar.

Di lokasi tersebut, terdapat sebuah bukit menjulang tinggi dengan hamparan rerumputan hijau. Ya bukit inilah yang nantinya dijadikan sebagai lahan pemakaman bagi masyarakat Tionghoa.

Makam-makam warga Tionghoa itu dibangun dalam bentuk dan arsitektur unik tentu juga menarik dengan dihiasi sejumlah aksara berbahasa Tiongkok, tulisan-tulisan ini menurut sejumlah catatan sebagai penunjuk status sosial ekonomi jenazah yang dimakamkan.


Sedikitnya ada tiga Blok pemakaman di komplek Pancaran Tridarma Cibarusah ini, di antaranya blok A, B, dan C dengan masing-masing blok memiliki sejumlah komplek.

Sejak dibangun 2013 silam jumlah pemakaman di komplek ini masih sangat terbatas namun dipastikan komplek pemakaman ini berpotensi menjadi komplek pemakaman terbesar se-Kabupaten Bekasi.

“Jumlah makamannya masih sedikit belum terlalu banyak, ini memang didominasi oleh warga Tionghoa,”ujar salah seorang penjaga Makam Edo (35) Kepada Radar Bekasi.

Meskipun pihak Yayasan Pancaran Tridarma berlandaskan agama Budha, namun TPU ini tidak hanya diperuntukan bagi masyarakat Tionghoa saja,  tetapi umat lain pun boleh melakuan prosesi pemakam di komplek ini.

Menurut Edo, Yayasan Pancaran Tridarma sendiri memiliki rumah duka di Jalan Perjuangan Kota Bekasi yang diperuntukan sebagai lokasi kremasi jenazah atau proses pembakaran mayat. Namun seiring membludaknya permintaan akan pemakaman, akhirnya pihak yayasan memutuskan kembali membangun komplek pemakaman di Cibarusah.

“Di Kota lahannya sudah sempit makanya bangun di sini,” katanya.

Lebih lanjut kata Edo, dalam ilmu fengsui lokasi makam ini dinilai baik sebagai lokasi pemakaman, selain daerahnya yang masih asli komplek ini juga memiliki luas parkir yang mengagumkan sehingga mereka yang mengantarkan rombongan jenazah tidak kesulitan untuk memarkir kendaran. (*)