Lindungi Anak dari Bahaya Game

SEMINAR: Pencetus Aplikasi Kakatu, Muhamad Nur Awaludin (kanan), saat mengisi seminar di Tunas Global School (TGS), kemarin.FOTO:RANDY/RADAR BEKASI

POJOKJABAR.com, RAWALUMBU – Dampak smartphone pada anak seperti  pisau bermata dua, bisa berakibat positif dan negatif. Sebaiknya, orangtua berlaku bijak dalam memperbolehkan anak menggunakan perangkat tersebut.

Demikian ditegaskan pencetus Aplikasi Kakatu, Muhamad Nur Awaludin, dalam seminar  pencegahan anak dari bahaya kecanduan game di Tunas Global School (TGS) , kemarin. Menurutnya, kecanduan bermain game bisa memengaruhi perkembangan anak.

“Kekerasan dan konten pornografi sekarang bukan hanya di website saja, tapi di game juga ada,” kata Mumu, sapaan akrabnya di hadapan peserta seminar yang sebagian besar merupakan orang tua walimurid.

Dia mengatakan, kakatu merupakan aplikasi parental control berbentuk Android Launcher yang memungkinkan orang tua untuk mengelola aplikasi mana yang diperbolehkan untuk diakses oleh anak-anak mereka.


“Ada segudang fasilitas di Kakatu yang akan melindungi anak dari kecanduan gadget, konten pornografi, cyberbullying, kata-kata kotor di dalam internet dan dampak negatif lainnya tanpa sepengetahuan orang tua,” paparnya.

Seminar tersebut, merupakan salah satu rangkaian acara yang dilaksanakan oleh Tunas Global School untuk memperkenalkan Logo baru, serta moto, visi, misi, dan program kepada masyarakat.

Selain seminar, kegiatan ini diisi dengan lomba baby dance, lomba mewarnai junior, lomba menyusun pazel tingkat TK dan SD serta beberapa perfemo dari siswa TGS. “Event ini sengaja kita buat untuk memperkenalkan logo baru yang kita rubah dari logo sebelumnya,” kata ketua Yayasan Tunas Global School Adrian Ngangi

Adrian menambahkan, untuk tahun ini TGS mempunyai program unggulan yaitu program IT yang akan diterapkan kepada siswa agar mereka paham bagaimana menggunakan kecanggihan tekhnologi dengan baik.

“Jadi memang di tahun ini kita mempunyai program unggulan yaitu pengenalan IT sejak dini, dengan maksud agar para siswa paham dan mengerti cara mempergunakan kecanggihan teknologi dengan baik dan benar,” paparnya. (ran)