Dua WNA di Kota Bekasi Dideportasi oleh Kantor Imigrasi

WNA
ilustrasi

POJOKJABAR.com, BEKASI  –  Dua Warga Negara Asing (WNA) di Kota Bekasi dideportasi oleh Kantor Imigrasi Kelas II Bekasi. Mereka dikembalikan ke negaranya karena dianggap melanggar Undang-Undang Keimigrasian.

Kepala Sub Seksi Insarkom dan Wasdakim Kantor Imigrasi Kelas III Bekasi, Widyo Sandhi Suprapto, mengatakan dua WNA yang dideportasi itu berjenis kelamin laki-laki. Keduanya, sudah dipulangkan ke negara asalnya masing-masing.

“Pemulangnya untuk inisial PMT (38) warga Negara Taiwan dua minggu lalu dan AT (81) warga Negara Inggris satu minggu lalu,” katanya kepada Radar Bekasi, Kamis (11/2).

Untuk PMT dideportasi karena terbukti melanggar pasal 116 Undang-Undang Keimigrasian.


Terungkapnya WNA yang melanggar peraturan itu setelah pihak Imigrasi mendapat laporan dari kepolisian. Kata Widyo, polisi menginformasikan ada WNA yang hendak membuat surat kehilangan pasport.

Tak butuh waktu lama, pihak Imigrasi langsung menjemput WNA tersebut dan dilakukan pendalaman. Hasilnya, warga asing tersebut sudah melebihi izin tinggal di Indonesia.

Berdasarkan undang-undang, orang asing pemegang izin tinggal yang telah berakhir masa berlakunya namun masih berada di Indonesia kurang dari 60 hari batas izin tinggal, akan dikenakan biaya beban sesuai dengan ketentuan tersebut.

“WNA itu tidak bisa membayar beban, makanya dikenai tindakan administratif keimigrasian berupa deportasi dan penangkalan,” jelasnya.

Sementara, AT dideportasi karena terbukti melanggar pasal 73 Undang-Undang Keimigrasian karena telah meyalahi izin tinggal di Indonesia beberapa tahun lalu.

“WNA itu baru dideportasi karena baru saja menyelsaikan masa tahanan di lapas Bekasi karena tersandung kasus penipuan,” imbuhnya.

Kata Widyo, proses deportasi dengan pihak kedutaan negara masing-masing tidak mengalami kesulitan. Setelah dideportasi, sambung Widyo, dua WNA tersebut bisa kembali ke Indonesia setelah masa tangkal habis. Jangka waktunya bisa sampai enam bulan.

”Masa tangkal tidak berlaku seumur hidup,” ujarnya.

Widyo memperkirakan WNA yang menyalahi aturan izin tinggal akan terus ada. Apalagi, di era perdagangan bebas saat ini, di Bekasi merupakan wilayah yang paling diincar oleh para ekspatriat.

“Selama 2015 kami deportasi 37 WNA. Kemungkinan tahun ini akan bertambah,” pungkasnya. (oke)