Ahok dan Komisi A DPRD Kota Bekasi Saling Tuding

Ahok
Basuki Tjahaya Purnama (Ahok)./Foto: Istimewa

POJOKJABAR.com, BEKASI – Tudingan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau yang biasa disapa Ahok ditanggapi sinis oleh komisi A DPRD Kota Bekasi. Tudingan yang disebut Ahok ialah menyebut kalau penyakit demam berdarah datang dari daerah penyangga seperti Bekasi dan Tangerang.

Ketua Komisi A DPRD Kota Bekasi, Ariyanto Hendrata, menanggapi tudingan Ahok tersebut dengan pernyataan sebaliknya. Kata dia, kemungkinan nyamuk yang menyebabkan penyakit demam berdarah berasal dari sampah DKI Jakarta yang dibuang ke Bantargebang.

“Ahok mah lebay, jangan-jangan nyamuknya berasal dari 6.500 ton sampah Jakarta yang dibuang ke Bekasi. Jadi wajar kalau dia balik ke Jakarta,” ujarnya.

Ariyanto menyarankan agar Ahok tidak melontarkan pernyataan yang seolah-olah menjadi tudingan. Ia mengingatkan gubernur DKI Jakarta itu untuk introspeksi diri.


“Saran saya Pak Ahok lebih banyak introspeksi ke dalam, jangan malah menyalahkan orang terus,” ungkapnya.

Hal senada juga diungkapkan Ketua Umum Green Indonesia, Indra Edi Priyono. Ia meminta Ahok menarik ucapannya dan meminta maaf kepada warga Bekasi.

“Sampah di TPST Bantargebang punya siapa? DKI kan? Seharusnya dia tidak bicara seperti itu, malah menyalahkan Bekasi,” katanya.

Menurut Indra, persoalan yang terjadi di lapangan justru terbalik. Kata dia, sampah DKI Jakarta yang dibuang ke Bekasi berdampak pada 2,5 juta warga yang tinggal di sekitar Bantargebang.

“Hampir di semua titik Kota Bekasi sudah terkena merkuri yang menjalar di 12 kecamatan di Bekasi. Air tanah juga terkena imbasnya karena sistem sampah pembuangan sudah tidak bagus,” ujarnya.

Indra menilai kalau pencemaran yang ditimbulkan dari Bantargebang sudah dalam kondisi luar biasa. Karena sepengetahuan dia, setiap hari ada warga yang sakit dan terdapat perubahan genetika pada warga, seperti pertumbuhan yang tidak normal dan indra penciuman yang rusak.

Sekedar diketahui, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, menuding kalau merebaknya penyakit demam berdarah berasal dari daerah penyangga seperti Bekasi dan Tangerang. Karena yang terjangkit penyakit tersebut adalah warga ibu kota yang tinggal di dekat daerah perbatasan seperti Koja, Duren Sawit, dan Cengkareng.

“Rata-rata itu terjadi di lokasi yang agak dekat dengan pinggiran, seperti Bekasi dan Tangerang. Itu sudah kami pelajari,” katanya kepada awak media di Balai Kota DKI Jakarta, kemarin. (sar)