Perampok Senpi Umbar Tembakan, Adik Mantan Kapolda Jawa Tengah Jadi Korbannya

PERLIHATKAN LUKA: Bagus Aditya (kiri), memperlihatkan luka tembak di paha kanan, sementara ibunya, Nuraini Rais Aritonang (kanan) mengalami luka lebam di tangan yang merebut Senpi dari pelaku perampok saat ditemui di tempat tinggalnya, Perumahan Pondok Cikunir Indah, Kelurahan Jatibening, Rabu (10/2).FOTO: ARIESANT/RADAR BEKASI

POJOKJABAR.com, PONDOKGEDE – Pelaku kejahatan di Kota Bekasi semakin berani. Bak koboi dalam film laga, para pelaku perampokan yang mengunakan Senjata Api (Senpi) mengumbar tembakan sebanyak lima kali untuk menakuti dan melukai korbannya.

Perisriwa ini dialami Bagus Aditya (18), anak Rais Aritonang (54), adik kandung mantan Kapolda Jawa Tengah (Jateng), Inspektur Jenderal (Purn) Edward Aritonang, yang tinggal di Jalan Semeru I Blok E No. 10, Perumahan Pondok Cikunir Indah, Kelurahan Jatibening, Kota Bekasi.

Awal kejadiannya, Bagus saat itu hendak memarkirkan sepeda motor miliknya, Kawasaki Ninja bernopol B 3907 KTQ di teras rumah pada Selasa (9/2) malam sekitar pukul 20.12 WIB. Tak disangka, dirinya ternyata diikuti oleh empat pelaku dengan menggunakan dua sepeda motor matik.

Kemudian dua pelaku turun dari motor, sementara dua pelaku lainnya menunggu di luar dengan satu sepeda motor. Dengan mengunakan Senpi, kawanan perampok tersebut memaksa Bagus untuk menyerahkan sepeda motornya. Namun Bagus tidak mau menyerah begitu saja kepada para pelaku. Karena korban melakukan perlawanan, membuat pelaku yang memegang Senpi kesal, lalu melepaskan tembakan tiga kali ke udara dan dua kali tembakan lagi di arahkan ke tubuh Bagus.


Dari dua tembakan yang di arahkan ke tubuh Bagus, ternyata salah satu pelurunya mengenai paha kanan Bagus, beruntung peluru tersebut hanya menyerempet saja. Walaupun begitu, tembakan tersebut membuat Bagus terjatuh dan mengerang kesakitan.

Karena mendengar ada kegaduhan, ibu Bagus, Nuraini, keluar dari rumahnya untuk mengecek asal suara tersebut. Saat tiba di teras rumah, Nuraini kaget bukan kepalang, karena kawanan perampok menodongkan Senpi ke arah kepala anaknnya.