Disdik Kabupaten Bekasi Tidak Cermat atau karena Fee?

Dokumentasi

POJOKJABAR.com, CIKARANG PUSAT – Dinas Pendidikan (Disdik) dinilai tidak cermat oleh pemerhati pendidikan di Kabupaten Bekasi, Solihin Sari. Ia menyayangkan pengadaan meja dan kursi dengan anggaran Rp22 miliar tidak terserap di 2015.

Menurut Solihin, meja dan kursi belajar merupakan kebutuhan primer sekolah. Maka ketika pengadaan mebeler tersebut tidak terpenuhi, ia mengatakan kalau Disdik tidak cermat dalam mengelola anggaran.

“Tidak terserapnya anggaran mebeler membuktikan bahwa Disdik tidak cermat dalam mengelola anggaran, terlepas ada hal teknis di luar itu, karena  mebeler merupakan kebutuhan yang sangat primer bagi sekolah,” tuturnya.

Lelaki yang pernah menjabat sebagai Wakil Bupati Bekasi ini menjelaskan, setiap kegiatan yang sudah mendapat jatah anggaran harus matang dalam perencanaannya. Karena pengadaan merupakan permintaan dari sekolah yang membutuhkan.


“Jadi terlepas persoalan teknis karena fee yang besar yang diminta oleh Disidik saya tidak mau su’udzon, tapi kalau sudah dianggarkan seharusnya bisa dilaksanakan sehingga permintaan kebutuhan mebeler untuk sekolah terdistribusi dengan baik,” ungkapnya.

Tidak terpenuhinya kebutuhan mebeler, sambung Solihin, akan menjadi tanda tanya di masyarakat kalau tidak dianggarkan kembali di APBD 2016. Asumsinya kalau tidak terserap maka anggaran mebeler menjadi nomenklatur yang tidak dianggarkan kembali.

“Memang logikanya bila anggaran sedang berjalan tidak terserap, kemungkinan apa anggaran selanjutnya tidak dianggarkan lagi, makanya ini butuh kecermatan supaya tidak ada anggaran yang sia-sia, meskipun akan kembali lagi ke kas daerah,” ungkapnya.