Asti Nurrafiani, Siswa SMAN 13 Kota Bekasi yang Menciptakan Payung Serbaguna

KREATIF: Asti Nurrafiani, menunjukan piala saat menjuarai lomba karya ilmiah di sekolahnya beberapa waktu lalu.FOTO:RANDY/RADAR BEKASI

POJOKJABAR.com RAWALUMBU – Kreatifitas memang tidak ada batasnya. Hal  tersebut dibuktikan oleh Asti Nurrafiani siswa kelas dua IPS SMAN 13 Kota Bekasi yang berhasil menciptakan payung serbaguna, walaupun hanya menggunakan bahan yang sederhana.

Pada saat lomba Pekan Ilmiah di sekolahnya, Asti bisa mengalahkan peserta lainnya yang sebagian besar merupakan senior. ”Saya bisa mengalahkan peserta kakak kelas,” katanya mengawali perbincangan.

Payung serbaguna yang dibuat Asti, bisa digunakan untuk mengganti baju pada saat kondisi darurat, bahkan payung serbaguna tersebut bisa digunakan juga untuk mandi.

Ide membuat payung darurat tercipta pada saat dirinya sedang di rumah, saat ini  kondisinya sedang turun hujan. Setelah melihat payung, dia mencoba menyambungkan payung tersebut dengan sebuah kain panjang hingga menglilingi payung tersebut hingga ke bawah.


Ternyata ide tersebut sangat menarik, karena bisa menjadi produk multi fungsi. Sejak saat itu, dia menamakan sebagai payung serba guna. ”Selain untuk melindungi dari air hujan, payung tersebut bisa dijadikan untuk ganti baju dalam kondisi darurat.

Dia menceritakan, saat melakukan camping bersama teman-temanya, dia kesulitan untuk ganti baju karena minimnya tempat. “Saya coba-coba untuk menyambungkan bahan kain dengan payung setelah dicoba ternyata bisa dan payung tersebut bisa digantung di mana saja yang terpenting kain tersebut menutupi payung,” ujarnya.

Ziel panggilan akrab siswa berkulit hitam manis ini menceritakan, bahwa saat lomba dirinya sempat diprotes oleh kakak kelas, dengan alesan dirinya baru kelas satu. Namun, tim juri mengambil keputusan yang tidak bisa digangu gugat. Karya Asti mendapatkam juara I dalam lomba Pekan Ilmiah SMAN 13 Kota Bekasi beberapa waktu lalu.

“Walaupun diprotes oleh senior, saya tidak takut karena memang saya membuat payung serbaguna ini hasil pemikiran saya dan tidak menyontek dari hasil karya lainnya,” ungkapnya.

Siswi kelahirian 5 Maret 1998 ini mengaku, akan terus melakukan temuan lainnya lewat krativitas yang dimiliki. Karena dia sangat senang membuat hasil karya yang berbeda dari teman- temannya.

“Jika ada lomba karya ilmiah tingkat Kota Bekasi, maka saya akan berani mewakili sekolah saya untuk mengikuti lomba tersebut, tetapi sampai saat ini belum ada kabar lagi lomba tersebut akan di selenggarakan kapan. Intinya jika kita mempunyai kreativitas jangan malu dan harus mau berkarya agar karya kita bisa di lihat orang banyak,” paparnya. (*)