Antara Kedisiplinan PNS Kota Bekasi dan Finger Print

(ilustrasi) Kantor Wali Kota Bekasi. (Dok. Radar Bekasi)

POJOKJABAR.com, BEKASI – Absensi menggunakan finger print dianggap bisa menyelesaikan persoalan kedisiplinan di kalangan PNS Kota Bekasi. Penggunaan sistem absensi elektronik itu pun diminta untuk diterapkan mulai dari kelurahan hingga SKPD.

Anggota Komisi A DPRD Kabupaten Bekasi, Daryanto, mendorong agar penerapan sistem absensi elektronik cepat terealisasi. Karena menurutnya, penggunaan absensi elektronik bisa memicu PNS untuk tertib dan bertanggung jawab.

” Perencanaan sudah, dan administrasi harus berjalan. Jadi bisa cepat terealisasi,” katanya.

Sebelum diterapkan absensi finger print, PNS Kota Bekasi membudayakan ‘titip absen’ kepada rekannya. Tidak adanya absensi elektronik dinilai menjadi celah bagi pelayan masyarakat itu untuk berbuat curang.


”Belum lama ini kita pernah melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) di beberapa kelurahan, kecamatan, dan SKPD. Dan  kita temukan di beberapa absen orangnya tidak masuk tapi absennya ada,” Daryanto.

Politisi Golkar ini yakin kalau diterapkan absensi sistem online maka akan meminimalisir praktik kecurangan di kalangan PNS. Karena untuk menunjukan kehadiran, PNS harus absen dengan menempelkan sidik jarinya di alat absensi online.

”Jadi dengan dipaksa hidup tertib, harus menjadi suatu kewajiban untuk bekerja dengan kualitas yang baik, seperti berinovasi dalam mengeluarkan kebijakan, dan mencapai visi misi Pemkot Bekasi. Untuk kepentingan masyarakat,” imbuhnya.

Diberitakan sebelumnya, Sekretaris Daerah Kota Bekasi Rayendra Sukarmadji mengatakan kalau pengadaan alat absensi online sudah diajukan oleh Badan Kepegawaian Daerah (BKD). Ia berharap agar absen finger print bisa terealisasi.

“Mudah-mudahan program ini bisa direalisasikan di semua kecamatan dan kelurahan di Kota Bekasi. Kalau anggarannya saya kurang tahu persisnya,” katanya.

Lelaki yang akrab di sapa Roy ini meminta agar seluruh aparatur sadar dengan tanggung jawabnya sebagai  pelayan masyarakat.  Karena menurutnya, secanggih apapun alat untuk absensi jika tidak memiliki mental dan kesadaran, maka akan menjadi percuma.

“Reward dan punishment pasti akan kita berikan kepada seluruh aparatur sipil negara Kota Bekasi yang dibentuk timnya oleh BKD sebagai leading sektornya,” pungkasnya. (and)