Pembebasan Lahan untuk Pembangunan Jalan Tol Cibitung-Cilincing Terkendala

ilustrasi pembebasan lahan

POJOKJABAR.com, CIKARANG PUSAT – Pembebasan lahan untuk pembangunan Jalan Tol Cibitung-Cilincing di Kabupaten Bekasi terus berlanjut. Dalam waktu dekat, lahan di empat desa di Kecamatan Tarumajaya akan dibebaskan.

Dalam pembebasan lahan tersebut, untuk pembayaran ganti rugi lahan tidak lagi menjadi kewenangan panitia. Tetapi proses pembayaran ganti rugi dilakukan langsung antara bank dengan pemilik lahan.

Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Bekasi, Dirwan A Dachri, mengatakan pembebasan di Tarumajaya masih mengalami kendala seperti banyak kepemilikan lahan yang tumpang tindih. Seperti ada pemilik lahan yang memiliki sertifikat namun diketahui ada juga warga yang mengklaim lahan tersebut dengan bukti AJB.

“Jadi memang kendalanya dalam pembebasan lahan terjadinya tumpang tindih kepemilikan, makanya perlu dibuktikan dengan sebenar-benarnya, dan itu bisa melalui jalur pengadilan atau dengan mediasi,” ungkapnya.


Untuk ketentuan harga lahan, sambung Dirwan, tim appraisal akan menaksir harganya. Saat ini pihaknya masih menunggu hasil tim tersebut sebelum pembebasan lahan dilakukan.

“Setelah mendapatkan hasil dari appraisal maka kita panitia akan turun lagi ke lapangan dan membagikan harga kepada masyarakat, dan bila ada warga yang setuju maka akan kita catat yang selanjutnya ada proses pembebasan,” tuturnya.

Namun jika warga tidak setuju dengan harga yang diajukan tim appraisal, kata Dirwan, panitia akan memberikan masa tunggu sambil mencari solusinya.

“Kalau untuk kepentingan umum kita tidak sampai ke situ (mengambil lahan) namun bila tidak setuju maka kita akan cari solusinya,” ujarnya.

Pembangunan Jalan Tol Cibitung-Cilincing akan menggunakan lahan di 18 desa di Kabupaten Bekasi. Lahan di Kabupaten Bekasi yang bakal digunakan untuk pembangunan tersebut sepanjang 29 kilometer dengan luas 230 hektar. Sedangkan panjang jalan tol tersebut direncanakan sejauh 34 kilometer. (dho)