MEA Ancam Pekerja Lokal Bekasi

KAWASAN INDUSTRI: Setelah diberlakukan MEA, tenaga kerja lokal di Kabupaten Bekasi akan terancam. Sebentar lagi warga negara asing akan membanjiri kawasan industri dan bersaing dengan tenaga kerja lokal di Kabupaten Bekasi. FOTO:DOKUMENTASI/RADAR BEKASI

POJOKJABAR.com, CIKARANG PUSAT – Meski belum terlalu dirasakan, namun dampak diberlakukannya Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) akan berdampak pada perekonomian Kabupaten Bekasi. Salah satu sektor yang bakal mengalami dampaknya yakni ketenagakerjaan.

Demikian dikatakan Teguh Wibowo, praktisi di Kabupaten Bekasi. Menurut dia, pelan tapi pasti MEA akan mengancam tenaga kerja lokal yang ada saat ini.

“Pelan tapi pasti MEA itu akan berdampak terhadap kita semua, apalagi bagi mereka yang belum memiliki persiapan sama sekali, MEA bisa menjadi menjadi ancaman pekerja lokal,” katanya.

Lelaki yang juga menjabat sebagai ketua Bidang Organisasi Ekonomi pada Forum Investor Bekasi (FIB) ini menjelaskan, bentuk ancaman akan mulai terasa seperti minimnya daya serap tenaga kerja lokal di perusahaan. Itu karena perusahaan lebih memilih merekrut tenaga kerja asing.


“Jadi tenaga kerja lokal yang tidak terampil akan tergusur, khususnya mereka yang tidak mempunyai sertifikasi,” ujarnya.

Sebaliknya, sambung Teguh, masyarakat Indonesia memiliki peluang besar untuk berbisnis di luar negeri seperti Malaysia dan negara Asean lainnya. Namun peluang itu akan terbuka jika masyarakat memiliki skill dan kemampuan.

“Tentunya bagi mereka yang bisa menjawab tantangan kebutuhan serta peluang di negara lain, MEA itu bisa menjadi peluang, sebaliknya bagi yang tidak memiliki skill akan menjadi ancaman,” ungkapnya.

Meski belum bisa dipastikan, namun Teguh memprediksi ancaman MEA akan terasa dalam kurun waktu beberapa bulan ke depan. Nantinya, saat itu Warga Negara Asing (WNA) akan membanjiri wilayah industri, termasuk Kabupaten Bekasi. (dho)