Kenaikan Tarif Parkir Stasiun Kota Bekasi Dikeluhkan

KELUAR PARKIR: Pengendara motor keluar dari parkiran Stasiun Kereta API Bekasi. Tarif baru parkiran stasiun dikeluhkan warga.FOTO:OKE/RADAR BEKASI

POJOKJABAR.com, BEKASI – Sejumlah pengemudi kendaraan roda dua dan roda empat yang menitipkan kendaraannya di parkiran Stasiun Kereta Api Bekasi mengeluh. Pasalnya, PT Reska Multi Usaha (RMU) selaku pengelola parkir telah memberlakukan tarif baru mulai 6 Pebruari 2016.

Salah satu pengemudi kendaraan yang mengeluhkan kenaikan tarif itu adalah Robby Permana (32). Sebab, ia dalam setiap hari harus meninggalkan motornya di penitipan motor karena ia bekerja di Jakarta selama 10 jam lebih.

“Sekarang satu jam berikutnya saya harus bayar Rp3.000. Tinggal dihitung saja kalau di sini 10 jam lebih. Kalau begini, pengeluaran jadi bertambah,” keluh warga Perumahan Tityan Kencana ini.

Lanjut dia, kalau pengelola parkir menaikan tarif parkir harus juga diimbangi dengan fasilitas yang memadai. Sebab, lokasi parkir yang ada saat ini belum bisa melindungi motor dari hujan.


“Di sini motor saya masih kehujanan. Kalau naik, ya pengelola harus memberikan atap untuk parkiran” imbuhnya.

Hendarman (29) juga mengeluhkan kenaikan tarif tersebut. Menurutnya, dengan kenaikan itu pengelola parkir harus secepatnya melakukan pembenahan area parkir yang ada.

“Saya setiap hari parkir di sini, kalau tarif naik area parkirnya masih semrawut seperti ini uang dari parkiran itu untuk apa,” cetusnya.

Petugas parkir PT Reska Multi Usaha (RMU), Agung, mengatakan kalau pemberlakuan tarif baru itu hanya menaikan tarif parkir untuk satu jam berikutnya. Untuk tarif sepeda motor, satu jam berikutnya dari Rp1.000 menjadi Rp2.000. Dan tarif mobil, satu jam berikutnya dari Rp3.000 menjadi Rp4.000.

“Jadi yang naik hanya untuk tarif parkir satu jam berikutnya Rp1.000. Yang lainnya seperti tarif parkir satu jam pertama, tarif maksimal, tarif inap, dan denda tiket hilang masih sama seperti sebelumnya,” terangnya.

Kepala Stasiun Kereta Api Bekasi, Rohman, mengaku belum mengetahui kenaikan tarif parkir. Sebab, kenaikan tarif parkir merupakan kebijakan pihak ketiga. Dengan demikian, pihaknya tidak mengetahui dasar dari pemberlakuan tarif baru tersebut.

“Karena pengelola parkir tidak harus koordinasi dengan kami,” kata Rohman. (oke)