Tenggak Miras, Gadis ABG Ini Ditemukan Tergeletak di Depan GOR Bekasi

ilustrasi pesta miras

POJOKJABAR.com, BEKASI – Akibat menengak Minuman Keras (Miras), seorang gadis Anak Baru Gede (ABG), DNU (14) yang merupakan siswi Sekolah Menengah Pertama (SMP) ditemukan tergeletak tak sadarkan diri di depan Gelangang Olahraga (GOR) Kota Bekasi, Senin (8/2) dini hari sekitar pukul 02.00 WIB.

Kisahnya berawal saat gadis ABG yang punya hobi mendengarkan musik bernada keras atau underground itu bersama-sama teman-temannya menyaksikan konser yang berlangsung di sekitar GOR. Mungkin bagi mereka belum afdol menyaksikan pertunjukan musik keras tanpa mengkomsumsi Miras.

Karena terbawa suasana, DNU siswi kelas 8 yang seharusnya belajar di rumah ini, malah menenggak Miras. Parahnya, DNU cukup banyak menenggak Miras selama menonton penampilan grup band lokal beraliran keras tersebut. Hingga akhirnya DNU tak sadarkan diri dan tergeletak di depan GOR hingga pertunjukan konser selesai. Entah apa yang ada dipikiran teman-temannya, sehingga DNU ditinggalkan tak berdaya begitu saja di tempat umum.

Beruntung, DNU ditemukan anggota patroli, sebelum terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. DNU akhirnya dibawa ke Polsek Bekasi Selatan karena kondisinya yang lemah akibat pengaruh Miras.


Setelah ditunggu beberapa lama, akhirnya DNU sadar dan baru bisa diajak bicara. Di hadapan petugas, DNU menceritakan apa yang ia alami. Setelah mendapatkan informasi kediaman DNU, akhirnya petugas menghubungi orang tua DNU.

Kanit Binmas Polsek Bekasi Selatan, AKP Erna mengatakan, dari pengakuan DNU, orang tuanya sudah lama berpisah dan saat ini DNU tinggal bersama ibunya. DNU akhirnya dikembalikan kekeluarganya, setelah bapak DNU datang ke Polsek.

“Iya, kami tunggu DNU sadar dulu dari pengaruh Miras, setelah mendapatkan informasi alamat dan nomer telepon, kemudian kami mengabarkan kondisi anaknya. Setelah itu dilakukan penjemputan yang turut disaksikan oleh ketua RT setempat,” terangnya.

Erna juga mengimbau kepada orang tua untuk lebih menjaga putra-putrinya dari pengaruh buruk pergaulan yang dapat merusak moral. Dan lebih mengedepankan komunikasi, sehinga dapat mengetahui permasalahan yang terjadi. (dat)