Ketika Cabor tanpa Sarana Prasarana Berlatih

SAPRAS: Dua atlet sepatu roda binaan Porserosi Kabupaten Bekasi tengah berlatih di arena sepatu roda milik Porserosi Kota Bekasi.FOTO: DOK/RADAR BEKASI

POJOKJABAR.com TAMBUN SELATAN – Oster pun mempertanyakan progres Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi dalam menyediakan arena lintasan sepatu roda. Itu dikarenakan hingga kini, sepatu roda Kabupaten Bekasi belum juga memiliki tempat latihan tetap.

Oster mengaku pengajuan penyediaan fasilitas sudah dilayangkan kepada Dinas Pariwisata Budaya Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) sejak 2015. Namun, kata dia, sampai saat ini pihaknya belum menerima kepastian terbarunya.

“Belum ada titik jelasnya. Padahal kan itu penting,” ujar Oster kepada Radar Bekasi.

Permintaan tersebut merupakan upaya memindahkan arena latihan atlet sepatu roda. Sebab, sampai saat ini seluruh atlet hanya bisa memanfaatkan ruas jalan di area Grand Wisata, Tambun Selatan.


Tentunya lokasi tersebut tidak dapat mendukung atlet dalam menggali potensinya. Sebaliknya, bisa jadi para atlet mengalami kemunduran apabila terus dibiarkan berlatih di fasilitas umum.

Dia pun tidak menampik dampak yang akan terjadi. Oster mengatakan, tidak tertutup kemungkinan perkembangan atlet dapat berjalan di tempat. “Dampaknya kan sudah mulai kita rasakan. Padahal kita menginginkan sepatu roda dikenal oleh masyarakat, termasuk masyarakat yang awam,” katanya.

Oster membandingkan keberadaan sirkuit lintasan sepatu roda Kota Bekasi dan Kabupaten Karawang. Menurut dia, dua daerah tersebut memiliki penyediaan sarana latihan yang sangat menunjang.

“Kita tertinggal jauh dengan dua tetangga kita, Karawang dan Kota Bekasi,” tutupnya. (*)