PSI Kabupaten Bekasi Buang Atlet Berumur

LATIHAN: Dua atlet Squash Kabupaten Bekasi saat menjalani latihan di Bandung. 60 persen di antara mereka bakal dibuang lantaran usia. FOTO:DOK/RADAR BEKASI

POJOKJABAR.com, BEKASI – Dari 10 atlet Cabang Olahraga (Cabor) Persatuan Squash Indonesia (PSI) Kabupaten Bekasi, 60 persen akan dilepas karena faktor usia. Sementara itu, 40 persen lainnya yang masih layak bermain akan diproyeksikan untuk tampil pada Pekan Olahraga Daerah (Porda) XIII 2018 Kabupaten Bogor.

Ketua Pengurus Cabang (Pengcab) PSI Kabupaten Bekasi, Endang Suranata menjelaskan, atlet yang dicoret merupakan jebolan tim squash yang berlaga pada Porda 2014. Dari sisa yang ada akan dipoles sebelum terjun di Porda 2018.

“Kita itu punya sepuluh atlet, 60 persen kita coret. Empat persen sisanya masih bisa,” ujar Endang, sapaannya, kepada Radar Bekasi.

Menurut Endang, keputusan mencoret enam atletnya sebagai upaya persiapan menjalani program jangka panjang. Konsekuensi akan lebih besar jika pemain yang terlanjur senja tetap dipertahankan. Sementara, para atlet yang tidak dicoret akan tetap menjalani latihan seperti biasanya.


Sebagai solusinya, kata dia, pencoretan tersebut dibarengi dengan pekerjaan rumah pengcab untuk mendapatkan bibit baru. Endang mengatakan, perekrutan atlet squash akan mengambil dari cabor bulutangkis.

“Cara perekrutannya kita sowan saja. Kita memanfaatkan tempat-tempat latihan bulutangkis. Karena squash dasarnya dari bulutangkis,” katanya.

Endang menekankan dalam perekrutan ini pihaknya membutuhkan atlet pada sektor beregu. Menurut dia, minimal dari beregu bisa mendapatkan tiga putri dan dua putra.

Selain menambal lubang pada sektor atlet, Endang juga tidak menampik tengah membutuhkan fasilitas tempat latihan. Sebab, seluruh atlet squash sendiri melakukan latihan di Bandung.

Sementara fasilitas yang biasa digunakan untuk latihan sedang dipakai oleh atlet Pelatihan Daerah (Pelatda) Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX 2018.

“Kita punya jatah latihan dalam seminggu cuma satu kali. Semua masih diperbolehkan latihan. Cuma belum ada surat keputusan dari Pengda (Pengurus Daerah) untuk berhenti menggunakan,” sambung dia.

Dia mengungkapkan, sampai sejauh ini PSI Kabupaten Bekasi belum menerima surat pemberitahuan perihal pemberhentian latihan sementara oleh Pengda PSI Jawa Barat. Namun demikian, secara tidak langsung pihaknya tetap memberikan keleluasaan bagi atlet pelatda.

Sebagai penggantinya, Endang berencana akan memindahkan seluruh atletnya untuk melakukan latihan di lapangan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI).

“Tapi sebetulnya kurang memadai. Tapi sekedar berlatih teknik. Fisik kan bisa di luar,” imbuhnya. (cr31)