Sampah di TPS Pasar Baru Bekasi Menumpuk

DAMPAK OVERLOAD: Petugas dinas kebersihan tengah membersihkan sampah di Pasar Baru Bekasi, kemarin. Akibat overload-nya TPST Sumur Batu, pengangkutan sampah di pasar-pasar Kota Bekasi terhambat.FOTO:ARIESANT/RADAR BEKASI

POJOKJABAR.com, BEKASI – Longsornya Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Sumurbatu milik Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi berdampak dengan antrian puluhan truk sampah. Hal itu, juga berdampak tertumpuknya sampah di sejumlah pasar tradisional.

Kepala Pasar Kranji Baru, Juhasan Antos mengatakan, sudah seminggu tumpakan sampah di Tempat Penampungan Sementara (TPS) Pasar Kranji. Untuk itu, pihaknya menyewa mobil bak terbuka supaya sampah bisa diangkut.

“Kita sudah berkoordinasi dengan UPTD Kebersihan terkait lambatnya pengangkutan sampah. Lantaran terjadi antrian truk yang cukup panjang, akhirnya kami sewa mobil bak terbuka. Biasanya satu truk bisa dua rit, semenjak terjadi penumpukan bisa menjadi satu rit,” jelasnya.

Sementara itu, salah satu supir truk sampah, Guntur mengatakan, sudah selama seminggu sampah yang berada di pasar tradisional tidak bisa terangkut seluruhnya. Sehingga menjadi penumpukan sampah di TPS pasar-pasar tradisional.


“Kondisi antrean lantaran Zona V yang belum lama ini terjadi longsor, dan memang kondisi TPST dalam keadaan overload,” paparnya saat kepada Radar Bekasi di sela pengangkutan sampah di TPS Pasar Baru, Jumat (5/2).

Terpisah, Kepala Dinas Kebersihan, Abdillah mengatakan, kondisi TPST Sumurbatu dalam keadaan darurat. Dan pembebasan lahan seluas 3,6 hektar masih terkendala dengan administrasi.

“Sebenarnya kita sudah merencanakan pembuatan zona enam, namun saat ini legal opinion masih menunggu dari kasi datun Kejari Bekasi. Sebab dengan pembebasan lahan lebih tinggi, kita lebih hati-hati pada administrasi demi mengantisipasi permasalahan hukum nantinya,” ujarnya.

Untuk itu, dengan adanya kondisi darurat sampah, saat ini pihaknya membuang sampah di tempat penampungan. “Kita terus lakukan terap terapan dengan penggambungan zona,” jelasnya. (and)