Polresta Bekasi Meminta Jemaat Vihara Wajib Memakai Tanda

PERSIAPAN: Sejumlah persiapan sudah dilakukan Tek Seng Bio Cikarang Utara menjelang malam tahun baru Imlek, salah satunya pengamanan.FOTO:CF6/RADAR BEKASI

POJOKJABAR.com, CIKARANG UTARA – Untuk menghindari adanya penyusup yang ingin melakukan tindakan kriminal dalam perayaan Malam Tahun Baru Imlek 2567 nanti, Polresta Bekasi meminta kepada Jemaat Vihara maupun Klenteng yang ada di Kabupaten Bekasi untuk memakai tanda tertentu yang sudah disepakati.

Kapolresta Bekasi Kombespol M Awal Chairuddin mengatakan, tanda ini dimaksudkan untuk menjamin keamanan para jemaat dari ancaman gangguan teroris, selain itu juga demi kelancaran  rangkaian ibadah sebagaimana mestinya.

“Bila ada kecendrungan orang baru dan berlaku berbeda pada jemaat lain maka segera laporkan, karena nanti yang berperan aktif pada tiga pilar, termasuk babin kamtibmas,” ujar dia seusai rapat kesiapan menjelang Imlek, Jumat (5/1)

Menurut dia, tanda untuk jemaat sudah disepakati sebelumnya dalam rapat yang dilakukan Polresta Bekasi bersama pengurus Vihara dan Klenteng yang berada di Kabupaten Bekasi. Di Kobupaten Bekasi, lanjutnya, terdapat 15 Vihara dan 2 Klenteng yang nantinya menjadi pusat ibadah dalam perayaan Imlek.


“Ini sudah disepakati, misalnya di vihara yang ada di Babelan memakai warna apa, sesuai kesepakatan sebelumnya, supaya pemantauan aparat keamanan lebih mudah,” ujar dia

Dia juga menekankan, lini terdepan untuk pengaduan masyarakat dalam soal keamanan dan ketertiban ada pada 3 Pilar, karena sebelumnya sudah ada stiker yang dipasang di setiap desa semua babinsa dan babinkamtibmas yang menangani keamanan setiap desa yang memang lebih dekat kepada masyarakat.

“Jadi kita sudah pasang stiker dengan siapa nama babinkamtibmasnya beserta nomor telepon supaya lebih mudah dihubungi,” terang dia

Awal menambahkan, kalau pengaman Imlek mengunakan sandi liong jaya 2016 yang memang dilakukan di semua polresta yang ada di wilayah Polda metro Jaya untuk pengaman Imlek 2016. “Ini intruksi Kapolda dan memang dilakukan di semua polresta,” tandas dia. (dho)