Kualitas Obat di Dinkes Bekasi Memprihatinkan

PASOKAN OBAT: Sejumlah pegawai keluar dari gedung RSUD Kota Bekasi di Jalan Pramuka Kota Bekasi, kemarin. Saat ini pasokan obat di RSUD Kota Bekasi belum memiliki kualitas yang baik. FOTOT:ARIESANT/RADAR BEKASI

POJOKJABAR.com, BEKASI –  Stok kualitas obat di Dinas Kesehatan dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) cukup memprihatinkan. Namun, sudah hampir satu tim Inspektorat belum bisa mengetahui tata kelola penyimpanan obat di dua SKPD tersebut.

Kepala Inspektorat, Cucu Syamsudin mengatakan, tim investigasi dari pihaknya masih melakukan penelitian serta melihat tata kelola penempatan serta pendistribusian obat.

“Kami masih teliti ribuan obat yang ada di gudang obat Dinkes yang berlokasi di Mustikajaya beserta RSUD Kota Bekasi. Karena cara penempatannya sangat miris sekali. Sehingga butuh ada penelitian soal kelayakan obatnya,” kata Cucu.

Menurutnya, masih belum baik, salah satunya tidak ada persiapan genzet jika sewaktu-waktu listrik mati. Sebab kata dia, seluruh obat yang ditaruh di lokasi tempat pendingin. “Kalau tiba-tiba listrik mati, siapa yang menjamin stok obat aman,” ungkap dia.


Dijelaskan Cucu, hal itu juga terjadi dengan gudang penyimpanan obat di RSUD. Menurut dia, ruang yang dijadikan tempat penyimpanan adalah bekas ruang laboratorium. Sehingga, sarana prasananya sendiri belum mendukung.

Lebih jauh Cucu membeberkan, penyimpanan obat harus disesuaikan dengan jenisnya, tidak ditumpuk dalam kardus dan dibiarkan tidak terawat. Suhu obat ketika disimpan juga harus diatur, sehingga dikhawatirkan obat berubah menjadi racun, dan akibatnya fatal jika dikonsumsi masyarakat.

“Sebab ada obat yang harusnya disimpan dalam lemari pendingin, ada juga yang pengaturan suhunynya berbeda dan diatur pula suhunya secara spesifik menurut kadarnya. Tapi ini malah disimpan di kardus tidak terawat,” katanya.

Sementara itu, Kabid Jaminan dan sarana Kesehatan Dinkes Kota Bekasi, Tanti Rohilawati memaparkan pihaknya mengakui apabila masih kekurangan peralatan serta kebutuhan demi menjaga stabilitas dan kualitas obat.

“Memang kita sudah anggarkan dari kekurangan alat perlengkapan demi terjaganya kualitas obat,” ujarnya.

Kata dia, pada triwulan pertama ini pihaknya akan melaksanakan kegiatan pengadaan genset, serta alat penata untuk obat serta mengambil obat. Dan juga alat untuk mengukur suhu obat.

“Untuk sementara ini kita selalu melihat kondisi obat, dan kita pastikan obat yang didistribusikan kepada masyarakat tidak ada yang beracun. Karena kita pastikan saat didistribusikan masih dalam kondisi kemasan yang baik,” jelasnya. (and)