Ketika Polisi Cilik Hibur Anak-anak Eks Gafatar

HIBUR ANAK-ANAK: Sejumlah polisi cilik tengah aksi baris berbaris di depan anak-anak Eks Gafatar di Asrama Haji Bekasi, kemarin. Aksi polisi cilik tersebut guna menghibur anak-anak eks gafatar di penampungan.FOTO:ARIESANT/RADAR BEKASI

POJOKJABAR.com, BEKASI – Puluhan anak-anak eks Gafatar dari beberapa wilayah di Indonesia sudah terlihat berkumpul di atas panggung Aula Asrama Haji Embarkasi Jakarta-Bekasi, sebelum pocil menghibur mereka pada kamis (4/2) sore.

Anak-anak yang berusia 5 sampai 10 tahun itu ternyata sudah asyik bercengkarama dengan permainan edukasi yang diberikan oleh sejumlah Polisi Wanita (Polwan) Polresta Bekasi Kota. Beberapa dari mereka ada yang terlihat sampai tertawa lepas mengikuti permainan edukasi yang diberikan dengan cara santai tersebut.

Kaur Bin OPS Sat Lantas Polresta Bekasi Kota, Iptu Indira mengawali acara sesaat sebelum puluhan pocil itu tampil untuk menghibur anak-anak eks Gafatar. Dengan menggunakan seragam kepolisian lengkap, anak-anak diajak bernyanyi bersama sambil melambaikan tangan.

Tak ayal, ajakan Indira itu membuat anak-anak di penampungan begitu semangat menyanyikannya lagu bersama-sama. Walaupun tak dipungkiri pasti, hiburan yang membuat mereka semangat hanya bersifat sementara. Sebab, mereka tidak selamanya berada di penampungan tersebut.


Selang beberapa menit kemudian, giliran puluhan pocil mengibur dengan gerakan baris berbaris, fariasi, dan formasi. Atraksi mereka pun, disambut gembira oleh anak-anak eks Gafatar.

Anggota Pocil, Mohammad Renaldi mengaku senang dapat mengunjungi anak-anak eks Gafatar di pengungsian. “Saya sangat senang menghibur teman yang kesusahan,” ungkap Aldi.

Setelah atraksi dari pocil, anak-anak kembali dihibur dengan tanya jawab cita-cita yang diinginkan mereka. Siapa yang bisa menjawab diberikan hadiah paket bingkisan snack.

Zidan, merupakan bocah pertama yang berani menjawab pertanyaan cita-citanya itu.  Bocah berusia delapan tahun itu mengaku kalau sudah besar nanti bercita-cita ingin menjadi seorang tentara. “Ingin menjadi tentara,” kata bocah kelas 3 SD itu.

Setelah Zidan, giliran Kevin, bocah berusia 7 tahun ini mengaku bercita-cita ingin menjadi polisi nantinya. “Mau jadi polisi,” kata bocah kelas 1 SD tersebut.

Pertanyaan yang diberikan kepada anak-anak itu menjadi penutup kunjungan para pocil di pengungsian tersebut. Setelah itu, seluruh anak-anak di pengungsian juga diberikan snack seluruhnya.

Kasubag Humas Polresta Bekasi Kota, Iptu Puji Astuti mengatakan, dengan kunjungan yang dilakukan oleh pocil diharapkan dapat memotivasi mereka. Selain itu juga dapat menumbuhkan rasa cinta mereka kepada diri sendiri dan tanah air. (*)