Atlet Angkat Berat Ini Kecewa Dicoret dari PON

RENGGANG: Hubungan kedua atlet M Hasbi, Dewi Safitri, dan pelatih Sodikin, ini merenggang dan berakibat pada pencoretan dua atlet Kota Bekasi ini di PON. FOTO:IRWAN/RADAR BEKASI

POJOKJABAR.com, BEKASI – Lifter binaan Kota Bekasi, M Hasbih yang kini fokus menjalani Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) cukup kecewa dengan pencoretan dirinya sebagai atlet Pekan Olahraga Nasional (PON) Jawa Barat 2016.

Hasbi menyayangkan sikap pelatihnya di Bekasi yang dinilai tidak bijak dalam mengambil keputusan, dan terkesan mencampurkan masalah pribadi. Sehingga dirinya harus menelan pil pahit.

Ketidak harmonisan dengan pelatihnya, itu bermula pada ajang Grand Prix di Cina. Kegagalan di Cina membuat dirinya dengan Dewi Safitri dinilai akibat ketidak disiplinan.

Padahal kala itu Hasbi mengaku harus membagi waktu antara latihan di Pelatnas dan di Kota Bekasi, sehingga membuat dirinya sedikit kesulitan.


“Kalau masalah PON, saat ini saya statusnya dicoret. Dan digantikan sama orang lain karena alasan waktu tes saya gak ikut. Karena saat itu saya sakit tifus,” terang Hasbi saat dikonfirmasi Radar Bekasi kemarin.

Dirinya menjelaskan, pada Maret 2015 lalu ada tes lagi, namun dirinya berfikir dua kali untuk ambil bagian di tengah kondisi badan yang sedang tidak sehat saat itu.

“Saya belum tahu mau ikut atau gak (seleksi). Karena sudah males aja segampang itu saya di coret dan diganti sama yang angkatannya jauh,” paparnya.

Namun, Hasbi coba mengambil hikmah dibalik itu semua. Lepas dari PON saat ini dirinya fokus pada Pelatnas. “Alhamdulillah saat ini lagi fokus buat olimpic aja. Kalau buat PON nggak tau,” paparnya yang hingga saat ini masih merasakan kekecewaannya.

Hasbi bersama Dewi bahkan bercerita kalau dirinya kini juga tidak diakui di Pengcab PABBSI Kota Bekasi.

“Ngapain saya latihan di situ, sedangkan hak saya aja gak dikasih. Status saya sama Dewi itu sekarang di Kota Bekasi udah ga dapet pembinaan mas, udah gak tercantum. Dan artinya saya sudah gak di anggap sebagai atlet Kota Bekasi lagi. Ya, buat saya tidak masalah. Dia yang berkuasa biarin aja,” tandasnya. (one)