Gawat, Rentenir ‘Makan’ Orang

KENANGAN: Tetangga dan kerabat korban menunjukkan foto Nensi Pupilawati (berjilbab) semasa masih hidup. ARIESANT/RADAR BEKASI
KENANGAN: Tetangga dan kerabat korban menunjukkan foto Nensi Pupilawati (berjilbab) semasa masih hidup. ARIESANT/RADAR BEKASI
KENANGAN: Tetangga dan kerabat korban menunjukkan foto Nensi Pupilawati (berjilbab) semasa masih hidup. ARIESANT/RADAR BEKASI

POJOKSATU.id, JATIASIH – Korban ‘bank’ keliling alias rentenir akhirnya meninggal dunia. Nensi Pupilawati (38), warga Kampung Kebantenan RT05/01, Kelurahan Jatiasih, menghembuskan nafas terakhirnya di RS Polri Kramatjati, Jakarta, Senin (31/8). Korban sempat menjalani perawatan beberapa hari, gara-gara pembuluh darahnya pecah akibat kepalanya terbentur aspal, saat diperlakukan kasar oleh penagih hutang ‘bank’ keliling alias rentenir jalanan.

Ceritanya berawal saat Alex Marbun, salah seorang debt collector hutang, kesal karena korban belum membayar cicilan harian sebesar Rp15 ribu dari Rp300 ribu total pinjaman selama 24 hari. Saat kejadian korban sudah mencicil sebanyak delapan kali.

Menurut tetangga korban, Ratih yang berada di lokasi saat kejadian, pelaku berhasil lolos setelah membanting korban. Warga saat itu tidak memperhatikan gerak-gerik pelaku. Warga sibuk membantu korban setelah terjatuh.

“Saya sama warga sibuk membantu korban yang jatuh. Jadi nggak memperhatikan pelaku yang tiba-tiba pergi dengan temannya pakai motor. Tapi motor pelaku malah ditinggal di lokasi kejadian,” kata Ratih yang kesehariannya menjaga warung.


Di saat masyarakat menunggu jenazah datang ke rumah duka, masyarakat dibuat terharu dengan kelincahan anak bungsu korban, Naira yang masih berusia 3 tahun. Naira kecil seakan tidak mengetahui kepergian ibunya untuk selama-lamanya.

Naira seperti anak-anak kecil lainnya tetap bermain di tengah ramainya para penyelayat yang datang ke rumah duka. “Ini foto mama lagi sama kakak, mamanya lagi sakit,” ucapnya polos sambil bermain Senin (31/8).

Jenazah sempat datang ke rumah duka pada pukul 05.00. Namun pada pukul 07.00, jenazah korban kembali dibawa ke RS Polri Kramatjati guna mendapatkan visum untuk penyelidikan penyebab kematian korban.

Sementara orang tua korban, Nemit Manta (75), terlihat sangat terpukul atas kepergian anak perempuannya. Nemit hanya bisa duduk terdiam di antara warga yang datang untuk nyelayat, sementara warga mencoba menenangkannya.

Hingga pukul 15.00 WIB jenazah telah tiba di rumah duka, yang rencananya akan dimakamkan di lokasi yang tidak jauh dari rumah duka. (dat)