Pembangunan Stadion Wibawa Mukti Dikebut

FINISHING: Stadion Wibawa Mukti Kabupaten Bekasi meski sudah bisa digunakan namun hingga kini masih tahap finishing.
FINISHING: Stadion Wibawa Mukti Kabupaten Bekasi meski sudah bisa digunakan namun hingga kini masih tahap finishing.
FINISHING: Stadion Wibawa Mukti Kabupaten Bekasi meski sudah bisa digunakan namun hingga kini masih tahap finishing.

POJOKSATU.id, CIKARANG PUSAT – Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Bekasi, Mulyana Muhtar mengklaim proses pembangunan Stadion Wibawa Mukti, telah memasuki tahap akhir.

“Saat ini pembangunan stadion Wibawa Mukti memang sedang finishing. Sekitar Rp150 miliar anggarannya,” jelasnya.

Sejauh ini, pengawasan pihaknya terhadap proses pembangunan belum bisa dievaluasi dikarenakan pembangunannya belum selesai. “Kita belum tahu sudah sejauh mana pekerjaannya. Tetapi nanti akan kita evaluasi pengerjaannya,” terang dia.

Menurutnya, proses pengerjaan stadion sempat tertunda lantaran adanya kegiatan Pekan Olahraga Daerah (Porda). “Artinya walau banyak kerugian dari pemborong, namun saya hafal karena yang belum saatnya diinjak sudah diinjak (belum saatnya dipergunakan tapi terpaksa digunakan, Red) dan lain sebagainya,” tambahnya.


Tetapi, kata dia, pihaknya memaklumi kondisi tersebut. Namun dari segi progresnya masih aman. “Ya, menurut saya memang pengerjaannya lebih baik seperti oleh perusahaan BUMN ini untuk proyek besar. Jadi pertanggungjawabannya juga beda dengan yang lokal. Kualitas dan laporannya tak perlu diragukan,” tegasnya.

Disinggung deadline selesai pembangunan stadion, hal itu ada masa SPK-nya. “Kalau sudah lewat SPK maka pengerjaan tak bisa selesai dan harus berhenti. Jadi, pemerintah membayar sesuai hasil pengerjaan. Misalnya, anggaran Rp150 miliar, yang sudah dikerjakan Rp 130 miliar, jadi yang tidak terserap Rp20 miliar. Dan sisa anggaran itu dikembalikan ke negara,” tukasnya.

Rencananya, stadion yang dikabarkan menelan biaya sekitar Rp530 miliar itu akan rampung akhir tahun ini. Apalagi Stadion Wibawa Mukti ini akan digunakan untuk kegiatan Pra PON dan PON XIX Jawa Barat, sehingga pengerjaannya saat ini terus dikebut. (asd)