PAC Timur Kecewa dengan DPC

KOKOH: Billboard rokok masih berdiri kokoh di Jl A Yani padahal Pemkot Bekasi telah melarang keberadaan billboard rokok di jalan utama Kota Bekasi ini.
KOKOH: Billboard rokok masih berdiri kokoh di Jl A Yani padahal Pemkot Bekasi telah melarang keberadaan billboard rokok di jalan utama Kota Bekasi ini.
KOKOH: Billboard rokok masih berdiri kokoh di Jl A Yani padahal Pemkot Bekasi telah melarang keberadaan billboard rokok di jalan utama Kota Bekasi ini.

POJOKSATU.id, BEKASI – Masih dalam rangkaian HUT RI ke-70, Pimpinan Anak Cabang (PAC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Bekasi Timur bekerja sama dengan pengurus RW 20 Margahayu, Bekasi Timur, mengadakan wayang kulit kemarin malam.

Hadir dalam kegiatan tersebut mantan Ketua DPC PDIP Kota Bekasi, Mochtar Mohammad, anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Sumiati dan sejumlah politisi serta anggota DPRD Kota Bekasi seperti H. Epi dari Fraksi Gerindra. Namun, pada perhelatan wayang kulit tidak nampak para pengurus DPC PDIP Kota Bekasi.

Ketua PAC PDIP Bekasi Timur, Topik mengatakan, perhelatan wayang kulit ini bekerja sama dengan warga RW 20 Margahayu sebagai bentuk rangkaian HUT Kemerdekaan ke-70. Kehadiran Mochtar Mohammad dalam kegiatan itu sebagai tamu kehormatan.

“Warga menginginkan pak Mochtar hadir, dan beliau sebagai tamu kehormatan,” klaimnya.
Mengenai tidak hadirnya satu pun pengurus DPC termasuk juga Ketua Anim Imamuddin, dirinya sangat menyesalkan hal itu. “Kita sudah undang, mereka tidak datang. Padahal di Margahayu ini banyak pemilih PDIP. Kecewa, tapi tidak masalah, semua tetap berjalan lancar. Mereka pun tidak memiliki subangsih dengan acara ini,” ujarnya.


Dirinya kecewa terhadap sikap DPC yang tidak hadir dalam kegiatan, padahal PAC Bekasi Timur dari jauh hari telah mengundang pengurus DPC dan Fraksi PDIP Kota Bekasi.

“Politisi dari partai lain saja datang, masa dari partai sendiri tidak datang?. Semua pengurus DPC dan Fraksi PDIP tidak ada yang hadir. Ada saja alasannya, kegiatanlah dan lain-lain, tapi dengan kejadian ini kita bisa menilai mana yang loyal terhadap partai,” jelasnya.

Lanjut Topik, dirinya sangat mengucapkan terima kasih kepada politisi partai lain yang hadir memenuhi undangan menonton perhelatan wayang kulit ini. “Saya pastikan, jika DPC mengadakan acara, kami tidak akan hadir dan men-support acara,” balas Topik.

Sementara itu, anggota Fraksi Gerindra,  H. Epi mengatakan, hadirnya ke acara wayang memenuhi undangan PAC PDIP Bekasi Timur. “Jika diundang, saya pasti datang. Saya juga suka sama kegiatan wayang,” ungkapnya.

Dirinya pun menuturkan kehadirannya tersebut tidak ada muatan politis sama sekali, apalagi dalam rangka perencanaan membangun koalisi di Pilkada mendatang. “Hanya penuhi undangan saja, tidak ada muatan politik,” tandasnya. (sar)