Korupsi Incinerator, Kejari Telusuri Disperindagpas

korupsi

POJOKSATU.id, CIKARANG PUSAT – Kejaksaan Negeri (Kejari) Cikarang memanggil Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Pasar (Disperindagpas), Sutantio, untuk menindaklanjuti dugaan korupsi pengadaan incinerator di Dinas Kesehatan (Dinkes). Namun begitu, pihak kejaksaan belum juga menetapkan tersangka dari dugaan kasus tersebut.

Kepala Disperindagpas Kabupaten Bekasi, Sutantio membenarkan sudah dipanggil kejaksaan beberapa waktu lalu. Ia dipanggil untuk dimintai keterangannya seputar harga alat incinerator yang terdapat di 17 puskesmas.

Kata dia, pihak kejaksaan bertanya seputar harga standar satuan dari alat penghancur sampah tersebut. Pertanyaan itu untuk melengkapi penyelidikan kejaksaan terkait kasus korupsi yang terdapat di internal Dinkes.


“Saya dipanggil ya datang cuma memberikan keterangan standar harga incinerator saja,” ujarnya.

Sutantio menjabat sebagai kepala Disperindagpas sejak 2014 lalu. Sementara dugaan korupsi incinerator itu menggunakan APBD Kabupaten Bekasi 2013. Sehingga, kata Sutantio, pihaknya tidak mengetahui secara detil soal pengadaan alat tersebut.

“Kalau itu kaitan anggaran Dinkes tahun 2013, saya juga belum di sini,” katanya.

Sutantio merasa tidak terlibat dalam dugaan kasus tersebut. Karena saat dipanggil kejaksaan, ia hanya dimintai keterangan soal harga standar dari kasus pengadaan alat pemusnah sampah tersebut.
“Pemangilan itu biasa-biasa saja, karena cuma dimintai keterangan harga saja,” tuturnya.

Sebelumnya, pada Senin (10/8) lalu, Kejari Cikarang menggeledah beberapa ruangan di Dinkes Kabupaten Bekasi. Penggeledahan itu untuk mencari bukti-bukti terkait dugaan korupsi pengadaan incinerator.

Dari hasil penggeledahan itu kejaksaan mendapati sejumlah dokumen penting. Namun hingga kini kejaksaan belum juga menetapkan satu pun tersangka atas dugaan kasus tersebut. (dho)