Disdik Ancam Pecat Staf AM

Rudi Sabarudin
Rudi Sabarudin
Rudi Sabarudin

POJOKSATU.id, BEKASI – Dinas Pendidikan Kota Bekasi, mengaku akan memberikan sanksi tegas kepada salah satu stafnya berinisial AM, yang diduga telah melakukan pungutan liar (pungli) dalam proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) beberapa waktu lalu.

Hal ini ditegaskan langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi Rudi Sabarudin. Dia mengaku, tidak segan-segan akan mencopot jabatan dari lingkungan Dinas Pendidikan Kota Bekasi.

“Jika memang pegawai saya melakukan hal seperti itu, maka saya akan melakukan tindakan tegas berupa sangsi berat yakni pemecatan jika memang itu terbukti. Saya tidak akan pandang bulu karena memang itu sudah melanggar aturan,” ujarnya.

Dia menyayangkan atas tindakan yang dilakukan oleh AM. Pasalnya, sejak awal dia telah menegaskan penerimaan peserta didik baru secara online ditentukan melalui NEM. “Jadi, saat PPDB Online siswa itu bisa masuk melalui NEM dan tidak bisa memasukan melalui cara apa pun,” imbuhnya.


Rudi Mengaku, sebelumnya Dinas Pendidikan Kota Bekasi telah memberikan surat peringatan kepada yang bersangkutan agar bertanggung jawab atas perbuatannya. Namun, staf yang bertugas di bagian sarana Disdik Kota Bekasi ini tidak mengindahkan. Bahkan, sejak Juli lalu yang bersangkutan tidak masuk kantor.

“Kami sudah tiga kali memberkan surat teguran, namun tidak dihiraukan bahkan yang bersangkutan sudah tidak masuk sejak Juli lalu. Hingga saat ini, kami terus berupa memanggil yang bersangkutan, jika tidak bisa maka kami serahkan ke yang berwajib,” tegasnya.

Sekedar diketahui, sebelumnya sejumlah orang tua wali murid melaporkan AM ke Polresta Bekasi Kota. Mereka merasa ditipu, karena AM menjanjikan bisa memasukan anaknya ke salah satu sekolah negeri di Kota Bekasi dengan imbalan sejumlah uang hingga puluhan juta rupiah.

Namun, hingga saat ini janji tersebut tidak kunjung ditepati. Bahkan, AM selalu menghindar jika ditagih janjinya, hingga saat ini AM tidak pernah masuk kantor. (ran)