Dampak Gojek, Taksi Mulai Sepi

TAKSI LESU: Seorang penumpang terlihat hendak naik ke dalam taksi. Hadirnya ojek online saat ini dinilai beberapa sopir taksi turut menggerus pendapatan mereka yang biasa memiliki banyak pelanggan.
TAKSI LESU: Seorang penumpang terlihat hendak naik ke dalam taksi. Hadirnya ojek online saat ini dinilai beberapa sopir taksi turut menggerus pendapatan mereka yang biasa memiliki banyak pelanggan.
TAKSI LESU: Seorang penumpang terlihat hendak naik ke dalam taksi. Hadirnya ojek online saat ini dinilai beberapa sopir taksi turut menggerus pendapatan mereka yang biasa memiliki banyak pelanggan.

POJOKSATU.id, TAMBUN SELATAN – Selain ojek pangkalan, sopir taksi mengaku ikut menerima dampak hadirnya ojek online yang banyak berlalu lalang saat ini. Pasalnya, dengan hadirnya ojek tersebut, pelanggan taksi banyak beralih memilih gojek.

Pengemudi taksi, Aji Gunawan mengaku harus bersaing dengan penarik ojek online saat ini, padahal sebelum hadirnya ojek beraplikasi itu dinilai memiliki pasar yang berbeda. Dia sendiri mengaku harus berangkat lebih pagi agar bisa mendapatkan target harian.

“Berangkat sekarang subuh, kalau siang dikit nggak bakalan kekejar target harian kita, soalnya gojek sendiri pergerakannya lebih cepat dan gesit juga dari kita,” katanya.

Meski merasa tersaingi, namun Aji mengaku tidak terlalu mempersalahkan hadirnya ojek online. Apalagi harus melakukan intimidasi hingga kekerasan seperti yang dilakukan oleh beberapa penarik ojek pangkalan yang tidak terima dengan kehadiran gojek.


“Biar gimana pasar kita tetap beda, memang ada beberapa hal keunggulan ojek aplikasi, tapi ada beberapa alasan juga penumpang harus naik taksi dari pada ojek, makanya saya sendiri tidak terlalu mempersalahkan walaupun memang omset kita tergerus,” ungkapnya.

Senada dengan Aji, pengemudi taksi lainnya, Andri mengaku lebih mempersalahkan kehadiran taksi siluman seperti taksi uber atau taksi dengan sistim aplikasi seperti ojek.

“Kita ini sebenarnya malah tersaingi sama taksi siluman seperti Uber, itu yang benar-benar mangkas omset kita, kalau dengan ojek kita memang kegerus tapi terpisah,” katanya. (ich)