Arus Bawah Siap Tinggalkan DPC

pdip
ilustrasi
ilustrasi
ilustrasi

POJOKSATU.id, BEKASI – Rapuhnya dukungan arus bawah terhadap kepengurusan DPC PDI Perjuangan Kota Bekasi menjadi sinyal bahwa partai besutan Megawati Soekarnoputri itu bakal ditinggalkan kadernya.

Konflik PDIP yang terus berkepanjangan, disinyalir akibat lemahnya kepemimpinan Anim Imammudin dalam melakukan komunikasi dengan arus bawah. Sedikitnya, delapan PAC se-Kota Bekasi menyatakan mosi ketidakpercayaan terhadap Anim.

Bahkan, PAC tersebut siap meninggalkan DPC dan beralih dukungan kepada mantan Ketua DPC sebelumnya, Mochtar Mohammad untuk mencalonkan diri sebagai wali kota pada pilkada mendatang.
Konflik ketidakharmonisan antara DPC dengan PAC mencuat setelah kehadiran M2 sapaan Mochtar Mohammad bebas dari Rutan Sukamiskin Bandung. Berkenaan dengan kehadiran M2, 80 persen kader PDIP menginginkan agar kader terbaik tersebut kembali memimpin Kota Bekasi.

Hanya saja, figur Anim dinilai kurang mumpuni untuk menjadi wali kota, sebab ketokohannya belum mengisyaratkan menandingi rival politiknya, yakni Rahmat Effendi dari partai Golkar. Alternatifnya, kader PDIP meminta M2 untuk kembali menjadi calon wali kota.


Dampak minimnya dukungan dari PAC, mengakibatkan Ketua DPC PDIP Kota Bekasi, Anim Imammudin enggan menghadiri kegiatan-kegiatan yang dihelat oleh PAC maupun kader di bawahnya.

Sekalipun kegiatan yang dilaksanakan sangat berpotensi untuk memperkuat konsolidasi partai jelang Pilkada Kota Bekasi 2018 mendatang.

“Kami menyatakan mosi ketidakpercayaan terhadap DPC. Kami ini kader yang berjuang di bawah untuk membesarkan partai. Masa kami helat kegiatan mereka tak satupun yang hadir. Malah beberapa tokoh partai lain hadir dengan rasa simpatiknya,” tandasnya.

Dijelaskannya, bahwa ketidakhadiran DPC maupun 12 anggota DPRD dari Fraksi PDIP dalam pagelaran tersebut, bakal memperkeruh konflik internal partai yang tengah berlangsung.

Menurut Taufik, alasan pihaknya bersama 7 PAC lainnya mendukung M2 dinilai tepat. Hal itu seiring dengan kehadiran Mochtar Muhammad dalam kegiatan tersebut yang mendapat sambutan meriah dari ribuan pengunjung yang hadir.

Di lokasi yang sama, Ketua GP Ansor Kota Bekasi, Yudistira menyayangkan ketidakhadiran pengurus DPC dalam kegiatan itu. Padahal menurutnya, sebagai politisi haruslah handal dalam melihat momentum.

“Saya melihat ada dua sisi positif dari kegiatan ini, pertama menjaga nilai-nilai luhur kebudayaan dan tradisi Indonesia, yang kedua ialah mendekatkan diri dengan masyarakat. Jadi sangat disayangkan apabila kegiatan ini dilewatkan, apalagi acara kader PDIP sendiri,” sesalnya.

“Itu soal internal mereka,” kata Yudis seraya menjelaskan kehadirannya bersama Mochtar merupakan kebetulan. Namun, ia mengaku siap mendukung apabila Mochtar kembali mencalonkan diri sebagai wali kota Bekasi.

Sementara, Mochtar Mohammad menjelaskan alasan kehadirannya bukan dalam rangka mengkampanyekan dirinya untuk menjadi wali kota. Ia beralasan memenuhi undangan Ketua RW dan masyarakat setempat yang memintanya hadir.

“Sebatas memenuhi undangan dan mendukung pagelaran budaya. Ini kan kegiatan positif yang harus didukung,” jelasnya.

Mengenai rencana pencalonannya sebagai wali kota, dia mengaku belum mendapat restu dari keluarga. Karenanya, ia mempersilahkan seluruh kader PDIP untuk maju dalam pilkada mendatang.

“Saya belum mendapat restu keluarga. Saya justru menginginkan kader PDIP untuk tampil,” tukas Mochtar sekalipun menyadari bahwa belum ada kader yang mampu menandingi ketokohannya di PDIP. (sar)