Rupiah Anjlok, Satuan Mata Anggaran Bakal Diubah

PEMBANGUNAN JEMBATAN : Jembatan Tegaldanas, Cikarang Pusat kini masih dalam tahap pembangunan. Dengan melambung nilai tukar dolar terhadap rupiah saat ini akan berpengaruh terhadap pembangunan infrastruktur.ARIESANT/RADAR BEKASI
PEMBANGUNAN JEMBATAN : Jembatan Tegaldanas, Cikarang Pusat kini masih dalam tahap pembangunan. Dengan melambung nilai tukar dolar terhadap rupiah saat ini akan berpengaruh terhadap pembangunan infrastruktur.ARIESANT/RADAR BEKASI
PEMBANGUNAN JEMBATAN : Jembatan Tegaldanas, Cikarang Pusat kini masih dalam tahap pembangunan. Dengan melambung nilai tukar dolar terhadap rupiah saat ini akan berpengaruh terhadap pembangunan infrastruktur.ARIESANT/RADAR BEKASI

POJOKSATU.id, CIKARANG PUSAT – Anjloknya nilai tukar rupiah terhadap dolar belakangan ini dianggap berpengaruh pada satuan mata anggaran di Kabupaten Bekasi. Namun pemerintah daerah tidak bisa berbuat banyak lantaran Anggaran Belanja Tambahan (ABT) 2015 sudah disahkan.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bekasi, Muhyiddin mengatakan, melonjaknya nilai tukar dolar terhadap rupiah menyebabkan beberapa harga-harga kebutuhan ikut melambung, terutama yang menyangkut material pembangunan.

“Iya bisa jadi ada kenaikan harga seperti harga besi atau baja untuk pembangunan, ya mungkin yang berdampak ke pembangunan infrastruktur, tapi karena APBD murni sudah berjalan dan ABT juga sudah disahkan jadi saat ini belum terlalu berpengaruh ke satuan mata anggaran,” ungkapnya.

Pemerintah daerah, sambung Muhyiddin, belum bisa mengambil langkah untuk meminimalisir dampak dari nilai tukar dolar yang melabung. Kemungkinan pihaknya bakal merubah satuan mata anggaran pada 2016, menyesuaikan dengan kenaikan nilai tukar dolar terhadap rupiah.


“Ya kalau tahun ini tidak bisa dirubah, soalnya sudah berjalan, mungkin akan kita rubah satuan mata anggaran di tahun depan,” tuturnya.

Melambungnya nilai tukar dolar terhadap rupiah sudah membawa dampak terhadap pengadaan barang di Kabupaten Bekasi. Seperti yang dialami di Dinas Perindustrian Perdagangan dan Pasar (Disperindagpas).

Sebelumnya dinas tersebut mengajukan pembelian enam unit truk sampah dengan pagu anggaran Rp2 miliar di tahun ini. Namun karena melambungnya nilai tukar dolar, maka dengan pagu anggaran tersebut hanya cukup untuk membeli lima unit truk. (enr)