Pemerintah Belum Berikan Solusi Kekeringan

KEKERINGAN BERLANJUT: Sejumlah petani di Desa Karangbahagia terlihat sedang mencongkel bongkahan tanah sawah kering untuk dijual. Kemarau yang berkepanjangan sampai saat ini dinilai masih belum menemui titik terang sehingga dampaknya masih terus berlanjut.
KEKERINGAN BERLANJUT: Sejumlah petani di Desa Karangbahagia terlihat sedang mencongkel bongkahan tanah sawah kering untuk dijual. Kemarau yang berkepanjangan sampai saat ini dinilai masih belum menemui titik terang sehingga dampaknya masih terus berlanjut.
KEKERINGAN BERLANJUT: Sejumlah petani di Desa Karangbahagia terlihat sedang mencongkel bongkahan tanah sawah kering untuk dijual. Kemarau yang berkepanjangan sampai saat ini dinilai masih belum menemui titik terang sehingga dampaknya masih terus berlanjut.

POJOKSATU.id, KARANGBAHAGIA – Sejak enam bulan lamanya kekeringan melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Bekasi belum ada solusi tepat yang dilakukan oleh pemerintah. Hal itu menimbulkan kekhawatiran tersendiri bagi warga yang mengandalkan hidupnya dari tetesan air.

Salah seorang petani di Desa Karangbahagia, Hanin (50) misalnya. Dia mengaku tidak tidak bisa memberikan pengairan bagi sawahnya lantaran kekeringan yang terlalu panjang. Bahkan ratusan hektar sawah milik petani lainnya juga menerima dampak kekeringan yang sama.

“Lahan sawah sampai kering, tapi pemerintah sampai hari ini belum kasih jalan keluar,” ujarnya kepada Radar Bekasi, Jumat (28/8).

Banyak petani terpaksa harus menjual barang-barang berharga milik mereka karena minimnya pendapatan selama musim kemarau. Tidak saja sampai di situ, petani bahkan menjual bongkahan tanah sawah kering demi mendapatkan penghasilan tambahan untuk memenuhi kebutuhan hidup.


Menurut Hanin, jika kondisi seperti ini dibiarkan maka dipastikan petani telat menanam padi karena minimnya ketersediaan air irigasi. Petani berharap pemerintah turun tangan untuk menyelesaikan masalah kekeringan dengan membuat sodetan air irigasi.

“Kalau bisa pemerintah menyodet irigasi yang ada, karena selama ini air hanya mengalir di sawah-sawah pinggir saja sementara di bagian tengah nggak kebagian,” ujarnya.

Sementara itu petani lainnya, Nawi (60) mengungkapkan, masalah kekeringan di Desa Karangbahagia sudah menjadi langganan tiap tahun. Melihat kondisi tersebut, lanjutnya, seharusnya pemerintah mampu mengantisipasi masalah yang selalu dirasakan petani.

Akan tetapi pada kenyataannya, hingga saat ini belum ada solusi konkret yang dilakukan pemerintah demi mengeluarkan warga dari masalah kekeringan.

Nawi meminta ketersediaan air irigasi bisa diselesaikan sehingga masalah kekeringan mampu diminimalisir. “Kalau begini terus kan kita juga sebagai petani nggak ada pemasukan sementara hidup jalan terus,” katanya.

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari selama kemarau, petani terpaksa hanya mengandalkan pinjaman kepada tetangga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan sebagian lain menjual barang berharga mereka.

“Yah sekarang kalau diam saja di rumah mau kagak mau hutang dulu, kalau yang punya banda ya dijual jualin, petani di sini semua begitu,” pungkasnya. (mar)